Bismillahirrahmanirrahim..
Alhamdulillah sudah sampai game level 4. Meskipun praktik 3 game sebelumnya juga masih belum konsisten. Komunikasi produktif terkadang kalau lagi emosi jadi terlupakan. Terus melatih kemandirian juga belum konsisten 100% terutama kalau lagi buru buru. Selanjutnya melatih kecerdasan juga tidak konsisten dilakukan tiap hari.
Sekarang game tentang gaya belajar anak. Pertama memilih obyek pengamatan. Kalau beberapa game sebelumnya obyeknya si kakak (3 th) sepertinya untuk game sekarang pilihannya si adik (1.5 th). Ini berdasarkan hasil diskusi dengan suami, karena si kakak sudah cukup terlihat gaya belajarnya sedangkan si adik masih belum terlalu kelihatan gaya belajar dominannya. Si kakak cenderung auditori karena dari bayi ketika dibacakan atau diperlihatkan buku dia kurang tertarik. Terus kalau lagu anak anak (apalagi yang dia suka) cepat sekali dia hafal liriknya, bahkan lagu yang ummi sendiri ga tahu pun dia hafal. Selain itu, dia bisa menceritakan sesuatu yang didengarnya dengan tepat.
Nah untuk si adik, belum begitu terlihat. Tapi dia suka meniru kakaknya. Si kakak kan sudah pipis atau eek di kamar mandi. Diapun juga ikut, kalau kakaknya pipis atau eek, dia minta ikut "mi, mau eek mi, mau eek". Tapi memang beberapa kali dia bener eek atau terkadang hanya pipis. Untuk eek dia sudah jarang eek di popok, karena dia hampir selalu bilang. Kecuali kalau dia baru bangun tidur dan sudah terlanjur eek.
Hari inipun dia meniru kakaknya memakai cangcut/cd. Dia sebenarnya masih pakai popok, tapi karena sering lihat kakaknya pakai cangcut dia pun mau "mau pakai tatut, mau pakai tatut (cangcut maksudnya) ".
Terus beberapa hari ini dia juga ikut kata kata yang diucapkan kakaknya. Si kakak lagi hobi pakai kata 'tapi'.. Contoh kalau disuruh apa di akan bilang. ..'tapi kakak maunya... ' (berbeda dari yang diperintahkan)
Si adik juga ikut pakai kata 'tapinya'.
Contoh
U : adik bayi bukan? Kalau bayi berarti ga nenen ya? (sambil sounding untuk persiapan nyapih)
A : (ga bilang bayi atau bukan).. Adik mau nenen tapinya...
Kalau dari beberapa pengamatan tersebut si adik mungkin punya gaya belajar cenderung visual. Tapi belum tahu juga.
#harike1
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip
Alhamdulillah sudah sampai game level 4. Meskipun praktik 3 game sebelumnya juga masih belum konsisten. Komunikasi produktif terkadang kalau lagi emosi jadi terlupakan. Terus melatih kemandirian juga belum konsisten 100% terutama kalau lagi buru buru. Selanjutnya melatih kecerdasan juga tidak konsisten dilakukan tiap hari.
Sekarang game tentang gaya belajar anak. Pertama memilih obyek pengamatan. Kalau beberapa game sebelumnya obyeknya si kakak (3 th) sepertinya untuk game sekarang pilihannya si adik (1.5 th). Ini berdasarkan hasil diskusi dengan suami, karena si kakak sudah cukup terlihat gaya belajarnya sedangkan si adik masih belum terlalu kelihatan gaya belajar dominannya. Si kakak cenderung auditori karena dari bayi ketika dibacakan atau diperlihatkan buku dia kurang tertarik. Terus kalau lagu anak anak (apalagi yang dia suka) cepat sekali dia hafal liriknya, bahkan lagu yang ummi sendiri ga tahu pun dia hafal. Selain itu, dia bisa menceritakan sesuatu yang didengarnya dengan tepat.
Nah untuk si adik, belum begitu terlihat. Tapi dia suka meniru kakaknya. Si kakak kan sudah pipis atau eek di kamar mandi. Diapun juga ikut, kalau kakaknya pipis atau eek, dia minta ikut "mi, mau eek mi, mau eek". Tapi memang beberapa kali dia bener eek atau terkadang hanya pipis. Untuk eek dia sudah jarang eek di popok, karena dia hampir selalu bilang. Kecuali kalau dia baru bangun tidur dan sudah terlanjur eek.
Hari inipun dia meniru kakaknya memakai cangcut/cd. Dia sebenarnya masih pakai popok, tapi karena sering lihat kakaknya pakai cangcut dia pun mau "mau pakai tatut, mau pakai tatut (cangcut maksudnya) ".
Terus beberapa hari ini dia juga ikut kata kata yang diucapkan kakaknya. Si kakak lagi hobi pakai kata 'tapi'.. Contoh kalau disuruh apa di akan bilang. ..'tapi kakak maunya... ' (berbeda dari yang diperintahkan)
Si adik juga ikut pakai kata 'tapinya'.
Contoh
U : adik bayi bukan? Kalau bayi berarti ga nenen ya? (sambil sounding untuk persiapan nyapih)
A : (ga bilang bayi atau bukan).. Adik mau nenen tapinya...
Kalau dari beberapa pengamatan tersebut si adik mungkin punya gaya belajar cenderung visual. Tapi belum tahu juga.
#harike1
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahbunsayiip
Komentar
Posting Komentar