Minggu ke empat ini adalah tahap check in, semacam evaluasi di pertengahan terhadap proses mentorship. Maka hari jumat saya mulai menghubungi mbak zizi dulu, karena minggu-minggu kemarin mbak zizi yang menghubungi dan pas saat itu HP mati dari malam terus pagi baru dicharge , makanya sampai jam 8.30 an saya tidak membalas pesan mbak zizi. Maka minggu ini saya berinisiatif menghubungi mbak zizi dulu dan meminta persetujuan apakah mulai mentorship hari jumat ini atau besok (hari sabtu). Ternyata mbak zizi merespon dan saat itu juga proses mentorship berjalan. Pertama mbak zizi menanyakan apakah saya sudah menyimak diskusi bu Septi, alhamdulillah sebelum proses mentorship saya sudah selesai menyimak diskusi bu Septi. Kemudian mbak zizi menanyakan saya lebih nyaman menggunakan chat atau video call saat berinteraksi, saya jawab menggunakan chat karena ada waktu untuk mikir dulu kalau menggunakan chat sedangkan kalau video call suka ada demam panggung. Waktu dulu video call dengan mbak zizi, saya deg degan...ya Allah.. memang ini tantangan yang harus ditaklukkan...Namun di akhir diskusi kata mbak zizi, sesekali perlu menggunakan video call karena bidang yang ingin saya kuasai adalah selfhealing.
Pertama saya menyampaikan kalau saya nyaman dan senang mempunyai mentor mbak zizi karena mbak zizi memang psikolog klinis yang cocok dengan bidang yang ingin saya kuasai yakni selfhealing. Terus yang sebenarnya ga enak adalah saya, karena mbak zizi pernah nungguin sedangkan saya ga respon karena HP sedang di charge kemudian mbak zizi pernah ngasih tugas saat break lebaran waktu itu yaitu menulis tiap hari, apa saja yang dipikirkan atau dirasakan. Namun saya mengerjakannya tidak konsisten tiap hari, sering rapel. Saya jadi mengerti memang tantangan terbesar yang perlu saya taklukkan adalah masalah konsistensi. Mbak zizi menyampaikan kalau senang mempunyai mentee saya karena saya bersemangat dalam belajar sehingga dapat menularkan semangat ke mbak zizi. Mbak zizi juga memahami kalau sebagai ibu atau perempuan yang mempunyai banyak peran maka jadwal yang disusun bisa berubah. Akhirnya setelah diskusi kamipun menyepakati kalau waktu mentorship adalah hari Jum'at jam 8, jika masih ada tambahan berarti hari Selasa jam 8. Tapi diusahakan selesai sehari yaitu di hari Jum'at.
Terkait prioritas saya memang memprioritaskan mentorship ini karena saya memang ingin segera menguasai bidang selfhealing ini, apalagi sekarang saya sedang hamil. Saya meyakinkan diri bahwa jika Allah sudah ngasih hamil maka saya pasti mampu dan bisa jadi ini adalah cara Allah menyembuhkan saya dan menjadikan saya kuat. Terus saya menyampaikan kalau saya hari Rabu kemarin ikut webinar 'mengubah pola pikir'. Kemudian saya menyelesaikan tugas yang diberikan yaitu menuliskan asumsi negatif atau hal yang membuat cemas kemudian menuliskan lagi respon positif atau sudut pandang positif dari asumsi yang telah kita tulis, ternyata saya merasakan bahwa sesuatu yang biasanya membuat saya merasa cemas, setelah ditulis itu menjadi biasa saja..alhamdulillah...kemudian kata mbak zizi itu disebut teknik CBT (cognitive behavior therapy) bagian reframing pikiran...oo ternyata itu masuk teknik CBT ya...karena minggu lalu saat saya meminta saran mbak zizi, metode apalagi yang bisa saya coba selain yang sudah saya lakukan maka mbak zizi menyebut cognitive behavior therapy (CBT) dan mindfullness. Kalau terkait mindfullness saya sudah mencari tahu di youtube, yakni berhubungan dengan meditasi atau menyadari kegiatan apapun yang sedang dilakukan dan memfokuskan pikiran disitu.
Kemudian mbak zizi menjelaskan kalau CBT adalah terapi kognitif perilaku. Dasarnya adalah pemahaman bahwa pikiran, perasaan dan perilaku itu saling berpengaruh satu sama lain. Saat pikiran negatif misalnya emosi bisa jadi negatif dan berpengaruh pada perilaku kita. Oleh karena itu, untuk mengubahnya maka salah satu perlu dirubah, misalnya dengan mengubah pola pikir atau perilaku kita. Harapannya dengan seperti itu emosi juga ikut berubah. Untuk tekniknya ternyata ada banyak, Ada teknik yang menyasar perilaku seperti relaksasi nafas, guided imagery, aktivasi perilaku dsb. Setelah berdiskusi dengan mbak zizi akhirnya muncul ide daftar plan ke depan adalah membahas teknik CBT ini, mungkin saya perlu praktik dulu atau mencari pengetahuan dulu, kemudian saat mentorship mbak zizi yang mengevaluasi. Ternyata mbak zizi setuju sekali dengan ide tersebut.
Alhamdulillah perasaan saya saat menerima atau menerima respon dari mentorship ini adalah senang dan makin bersemangat, saya bersemangat untuk cekatan di bidang ini karena mempunyai mentor yang sesuai...
Komentar
Posting Komentar