Di minggu kedua ini tahap yang perlu dilalui adalah menemukan keterampilan yang ingin dikuasai. Di awali materi dari mas pandu tentang metakognisi (belajar bagaimana caranya belajar) dimana beliau memberikan penjelasan terkait kunci menjadi pembelajar mandiri. Ada 7 kunci menjadi pembelajar mandiri yaitu inisiatif, tanpa atau dengan bantuan orang lain, diagnosa kebutuhan belajar, formulasi tujuan belajar, identifikasi sumber daya belajar, memilih dan mengimplementasikan strategi belajar, serta evaluasi hasil belajar. Ada beberapa hal yang saya garis bawahi yakni kita perlu buat peta belajar (mungkin mirip mind map) agar kita bisa mengetahui selama ini kita sudah belajar apa saja. Selain itu, tidak ada patokan terkait benar atau salah dalam belajar, misal ada yang belajar satu hal terus bosan dan ganti belajar lain lagi, bisa jadi gaya belajarnya memang ganti ganti seperti itu, atau ada yang banyak belajar ilmu baru tapi dia bosan, bisa jadi dia menemukan ilmu apa saja yang tidak cocok untuk dia bukan berarti dia gagal, intinya tidak ada yang salah dalam belajar. Menurut beliau, apa yang perlu kita pelajari adalah apa saja yang membuat kita suka atau enjoy. Kemudian hari kedua adalah diskusi dengan bu septi. Saya tidak mengikuti secara live namun baru mendengarkan jam 2 pagi, saat melihat aura bahagia bu Septi rasanya ikut bahagia. Ada banyak hal didapat saat sesi diskusi ini, seperti apa saja keterampilan yang perlu saya kuasai dll.
Selama mendengarkan hasil diskusi dengan Bu Septi, sepertinya keterampilan yang perlu saya kuasai adalah:
1. Membuat atau meningkatkan kepercayaan diri
2. Memilah skala prioritas
3. Keterampilan untuk autobahagia
4. Keterampilan bertanya tapi yang ditanya tidak merasa diinterogasi
5. manajemen waktu
6. manajemen emosi
7. Keterampilan untuk menggali ide bermain dengan anak yang out of the box
8. Keterampilan 'pendelegasian' tanpa terkesan menggurui (meminta tolong tapi yang dimintai tolong tidak merasa seperti disuruh)
9. Keterampilan menjaga energi tetap menyala sepanjang hari
10. Keterampilan deep sleep
11. Keterampilan manajemen panik/cemas
12. merapikan barang/apapun dalam waktu cepat
13. Manajemen keuangan
14. Menghilangkan keraguan dalam mengerjakan sesuatu
15. Keterampilan memijat yang nyaman dan benar
16. Menghafal qur'an bersama anak.dengan bahagia
17. Visualisasi data observasi secara menarik
18. Membaca jurnal dengan cepat dan paham
19. Mengajar dengan menyenangkan
20. Menulis dengan baik
21. Menjadi enterpreneur
22. Belajar bahasa inggris
Dari beberapa keterampilan, lebih lanjut dipilah ke dalam 4 kategori yakni penting dan mendesak, penting dan tidak mendesak, tidak penting dan mendesak serta tidak penting dan tidak mendesak. lebih jelas dapat dilihat di Gambar 1.
Setelah itu, dipilah maksimal 5 keterampilan yang akan di pelajari. Saya memilih keterampilan untuk autobahagia, manajemen panik/cemas, meningkatkan percaya diri, ide bermain anak dan bertanya secara elegan (Gambar 2). Dari tugas di minggu pertama kemarin, setelah saya renungkan kembali saya paling suka dengan membaca/memperoleh informasi baru dan menulis (diary menggunakan tangan). Akan tetapi jika, tiba-tiba serangan panik/cemas datang maka bisa membuat aktivitas yang dilakukan jadi kurang optimal, maka saya perlu keterampilan untuk manajemen panik/cemas dan autobahagia. Harapannya jika sudah bisa bahagia semoga panik/cemas akan jarang terjadi. Kemudian keterampilan meningkatkan percaya diri sangat perlu ditingkatkan agar kita tidak takut apapun perkataan orang terkait anak kita atau kita sendiri. Kita juga yakin bahwa kita bisa bahagia tanpa merasa perlu memikirkan apa kata orang lain. Maka ini adalah keterampilan yang harus segera saya kuasai agar menjadi pribadi yang terus bertumbuh. Kemudian ide bermain dengan anak meskipun dalam tugas kemarin saya tidak masukkan dalam kategori bisa dan suka, ternyata setelah hari Sabtu kemarin saya mencoba lebih dekat dengan anak-anak, ngobrol dan main dengan mereka...ternyata saya bahagia. Bermain bersama mereka membuat saya bahagia, saya hanya perlu menambah ide permainan apalagi yang seru. Dari hari Sabtu itu, saya selalu mengobrol dengan mereka, mengkomunikasikan apa yang akan saya laukan atau rasakan. Kemarin tanggal 22 Desember 2019, ada acara Pandu 45 di Bogor dimana pembicaranya adalah Bu Septi dan Pak Dodik, ternyata isinya juga sama. apa yang sudah saya lakukan ternyata benar, kita harus banyak ngobrol dengan anak-anak sehingga tidak terkesan menyuruh atau menggurui. Saya menganggap bahwa anak-anak adalah 'buku/sumber pengetahuan' saya, sehingga saya juga bahagia dengan mereka. Terus waktu merasa panik di jalan, saya terapkan bahwa semua pemandangan yang saya lalui adalah seperti halaman buku, alhamdulillah perjalanan jadi lancar dan terasa menyenangkan, panik hampir bisa dibilang tidak muncul, padahal biasanya kalau bepergian sendiri kadang masih tidak nyaman. Bertanya secara elegan perlu saya kuasai agar dapat bertanya ke suami dan anak-anak dimana mereka tidak merasa ditanya-tanya. Suami tidak suka kalau saya terus-terusan bertanya dengan cara seperti yang biasa saya lakukan.
Selama mendengarkan hasil diskusi dengan Bu Septi, sepertinya keterampilan yang perlu saya kuasai adalah:
1. Membuat atau meningkatkan kepercayaan diri
2. Memilah skala prioritas
3. Keterampilan untuk autobahagia
4. Keterampilan bertanya tapi yang ditanya tidak merasa diinterogasi
5. manajemen waktu
6. manajemen emosi
7. Keterampilan untuk menggali ide bermain dengan anak yang out of the box
8. Keterampilan 'pendelegasian' tanpa terkesan menggurui (meminta tolong tapi yang dimintai tolong tidak merasa seperti disuruh)
9. Keterampilan menjaga energi tetap menyala sepanjang hari
10. Keterampilan deep sleep
11. Keterampilan manajemen panik/cemas
12. merapikan barang/apapun dalam waktu cepat
13. Manajemen keuangan
14. Menghilangkan keraguan dalam mengerjakan sesuatu
15. Keterampilan memijat yang nyaman dan benar
16. Menghafal qur'an bersama anak.dengan bahagia
17. Visualisasi data observasi secara menarik
18. Membaca jurnal dengan cepat dan paham
19. Mengajar dengan menyenangkan
20. Menulis dengan baik
21. Menjadi enterpreneur
22. Belajar bahasa inggris
Dari beberapa keterampilan, lebih lanjut dipilah ke dalam 4 kategori yakni penting dan mendesak, penting dan tidak mendesak, tidak penting dan mendesak serta tidak penting dan tidak mendesak. lebih jelas dapat dilihat di Gambar 1.
![]() |
| Gambar 1. Kuadran Keterampilan yang perlu dikuasai |
Setelah itu, dipilah maksimal 5 keterampilan yang akan di pelajari. Saya memilih keterampilan untuk autobahagia, manajemen panik/cemas, meningkatkan percaya diri, ide bermain anak dan bertanya secara elegan (Gambar 2). Dari tugas di minggu pertama kemarin, setelah saya renungkan kembali saya paling suka dengan membaca/memperoleh informasi baru dan menulis (diary menggunakan tangan). Akan tetapi jika, tiba-tiba serangan panik/cemas datang maka bisa membuat aktivitas yang dilakukan jadi kurang optimal, maka saya perlu keterampilan untuk manajemen panik/cemas dan autobahagia. Harapannya jika sudah bisa bahagia semoga panik/cemas akan jarang terjadi. Kemudian keterampilan meningkatkan percaya diri sangat perlu ditingkatkan agar kita tidak takut apapun perkataan orang terkait anak kita atau kita sendiri. Kita juga yakin bahwa kita bisa bahagia tanpa merasa perlu memikirkan apa kata orang lain. Maka ini adalah keterampilan yang harus segera saya kuasai agar menjadi pribadi yang terus bertumbuh. Kemudian ide bermain dengan anak meskipun dalam tugas kemarin saya tidak masukkan dalam kategori bisa dan suka, ternyata setelah hari Sabtu kemarin saya mencoba lebih dekat dengan anak-anak, ngobrol dan main dengan mereka...ternyata saya bahagia. Bermain bersama mereka membuat saya bahagia, saya hanya perlu menambah ide permainan apalagi yang seru. Dari hari Sabtu itu, saya selalu mengobrol dengan mereka, mengkomunikasikan apa yang akan saya laukan atau rasakan. Kemarin tanggal 22 Desember 2019, ada acara Pandu 45 di Bogor dimana pembicaranya adalah Bu Septi dan Pak Dodik, ternyata isinya juga sama. apa yang sudah saya lakukan ternyata benar, kita harus banyak ngobrol dengan anak-anak sehingga tidak terkesan menyuruh atau menggurui. Saya menganggap bahwa anak-anak adalah 'buku/sumber pengetahuan' saya, sehingga saya juga bahagia dengan mereka. Terus waktu merasa panik di jalan, saya terapkan bahwa semua pemandangan yang saya lalui adalah seperti halaman buku, alhamdulillah perjalanan jadi lancar dan terasa menyenangkan, panik hampir bisa dibilang tidak muncul, padahal biasanya kalau bepergian sendiri kadang masih tidak nyaman. Bertanya secara elegan perlu saya kuasai agar dapat bertanya ke suami dan anak-anak dimana mereka tidak merasa ditanya-tanya. Suami tidak suka kalau saya terus-terusan bertanya dengan cara seperti yang biasa saya lakukan.
![]() |
| Gambar 2. Fokus Keterampilan yang akan dikuasai |


Komentar
Posting Komentar