Inilah aliran rasaku selama 8 minggu melalui tahap ulat ....
Ya Allah.. Bisa submit jurnal di minggu pertama itu rasanya legaa banget. Soalnya pengerjaan jurnal kali ini sungguh luar biasa, sudah hampir nyerah juga. Rasanya stress, capek, lega dan ada bahagia juga. Minggu ini lagi diuji yaitu ibu mertua dirawat di rumah sakit dan si kakak lagi sakit demam juga padahal sudah dibawa ke dokter dan diberi obat. Maka aktivitas di minggu ini lebih padat dari biasanya, pagi pagi nyiapin makanan ala kadarnya terus lanjut jaga ibu mertua di RS, terus aktivitas di ranah publik dan pulang jaga anak, baru setelah anak anak tidur bisa curi curi waktu buat ngerjain jurnal, sambil menahan kantuk dan sakit mata. Harusnya saat fisik terforsir lebih nyaman kalau malamnya istirahat, tapi ini masih harus berjibaku dengan jurnal karena tidak mungkin dikerjain saat jaga anak anak, mereka bisa protes. Belum lagi, sudah beberapa hari badan kurang fit. Luar biasa... Nano nano rasanya... alhamdulillah.. bisa submit juga.
Minggu kedua ini lebih menantang, kita diminta membagikan potluck yang kita ketahui, saya membagikan terkait menangani asam lambung dengan bahan herbal. Alhamdulillah untuk tugas kedua ini lebih terbayang, meskipun untuk membuat audio potluck harus ujicoba beberapa kali. Pertama buat durasinya 10 menit, terus percobaan selanjutnya 5 menit, terus 4 menit, sampai terakhir lebih dari 3 menit juga. Ternyata susah juga ya, menyesuaikan durasi yang diberikan (min 20 detik maksimal 3 menit). Sebelumnya mengira kalau audio yang dihasilkan akan kurang dari 3 menit, ternyata waktu 3 menit itu terasa kurang dan hanya sebentar. Kemudian untuk makanan tetap fokus di manajemen panik/cemas. Saya juga menyadari ternyata lebih mudah atau lebih cepat belajar jika ada audio ( seperti dari youtube) dibanding dengan membaca (waktu itu baca tesis).. Hadeuh... Oiya, diminggu kedua ini, mengerjakan atau membuat potlucknya tengah malam, jadi suara yang keluar juga tidak kencang takut ganggu yang lagi tidur. Si adik di minggu kedua ini sakit, mungkin ketularan kakaknya, si kakak sakit tampak atau campak ya, pokoknya pas sudah hari ke enam baru keluar merah merah rata dikulitnya. Untuk cicip potluck dari teman, sebenarnya saya mendengar beberapa potluck lain selain yang telah ditulis dijurnal, namun karena tidak sesuai dengan mindmap atau saya memutuskan untuk tidak fokus di ilmu itu saat ini, jadi tidak semuanya ditulis di jurnal.
Minggu ketiga ini semakin seru.. Kita diminta mencari keluarga, ulat ulat yang makanan utamanya sama, wuih kebayang kehebohannya... Bahkan pas sesi diskusi dengan bu Septi beberapa bulat sudah mulai mencari anggota keluarganya.. Ada yang sudah langsung, ngasih link grup, ada yang bingung gimana ngumpulnya dll.. Akhirnya saya juga masuk ke keluarga manajemen emosi. Ini merupakan keluarga dengan anggota terbanyak kedua setelah manajemen waktu. Oiya sebenarnya fokusku kan terkait ansietas atau cemas berlebih. Tapi tidak apa apa, cemas kan bagian dari emosi juga sehingga saya masuk disitu. Selain itu, di mind map saya memang ada list terkait manajemen emosi. Untuk efektivitas diskusi, anggota keluarga manajemen emosi dibagi lagi menjadi beberapa sub grup antara lain manajemen konflik, manajemen marah, innerchild, self healing, dan lain lain. Saya sendiri masuk ke keluarga manajemen marah A dengan ketua nya mb siti sadiah. Oiya kepala keluarga manajemen emosi adalah mb Aisyah Fitriana yang anggotanya ada 400 an. Di grup manajemen marah maupun manajemen emosi (namanya jadi inside out family) wuih diskusinya ga berhenti berhenti, sampai bingung bacanya. Belum lagi dari keluarga lain yang live. Udah perlu banyak waktu untuk mencerna semuaaa. Tapi seru sih... Makanan utama aja udah banyak, apalagi kalau harus ngemil.. Bisa kekenyangan perut.
Minggu keempat ini masih lanjut mencari ilmu. Saya masih tetap di grup manajemen emosi karena masih banyak ilmu yang perlu dicerna dan digali lagi. Sudah ada yang live di grup manajemen emosi yakni mbak shinta rini (psikolog) yang membahas tentang innerchild dan mbak aca farecha yang membahas tentang teknik sadar nafas. Saya juga mengikuti go live yang "tidak sengaja" yakni tentang manajemen belajar dari mbak amalia rahmah (dosen)..enak banget jelasinnya...saya juga mendapat ilmu tentang percaya diri dari sesi grup manajemen belajar ini walaupun secara implisit. Mbak amalia menjelaskan bahwa belajar adalah fitrah manusia, maka tidak perlu banyak teori yang diperlukan adalah perbanyak observasi. Terus saya juga lihat go live nya mbak fathiyah sya'adah dari grup pecinta qur'an, mb fath sepertinya orangnya enak di ajak ngobrol, santai, dan ceria. Jadi ingin menghafal quran lagi...katanya menghafal qur'an adalah proses seumur hidup. Setelah selesai setor hafalan 30 juz masih ada tugas untuk memurojaah. Kalau ada surat yang lupa-lupa ingat maka murojaahnya perlu dikencengin lagi, niatnya bukan agar hafalannya lancar. Namun sebagai upaya "penghormatan" kita kepada al-qur'an, sambil berdoa semoga Allah berikan cinta terhadap qur'an kepada kita. Karena menghafal qur'an adalah proses seumur hidup maka perlu mencintai dan menikmatinya.
Minggu ke lima ini tugasnya berbeda, kita disuruh kenalan dengan yang tidak kenal sebelumnya menanyakan kelas favorit beserta alasannya. Saya mulai gerilya di grup telegram bunda cekatan. Ternyata ada teh Sandia yang sedang kuliah di Tohoku University (Dulu pernah menghubungi untuk tanya terkait kuliah ke Jepang bawa keluarga). Saya mulai chat secara acak ke anggota di grup telegram, beberapa respon dan banyak yang tidak merespon (hehe). Pengerjaan jurnal kali ini, ada keberhasilan yang saya dapatkan...yaitu pertama kali bikin tabel di blog...Saya menggunakan blog cukup intens adalah saat dulu jadi mahasiswa Bunda Sayang...lanjut sekarang Bunda Cekatan. Kalau biasanya hanya bisa tulis-tulis saja, paling jauh ngasih link dan memasukkan gambar. Alhamdulillah kali ini ada kemajuan buat masukin Tabel. Saya cari dulu ilmunya kemudian praktek..alhamdulillah berhasil setelah percobaan ketiga. Seneeng...
Minggu keenam ini minggu yang bahagia karena bertabur hadiah...meskipun panik/cemas dan pencernaan 'kambuh' lagi..Tapi insyAllah menjadi titik balik untuk menjadi pribadi baru yang lebih kuat, bahagia dan bersyukur. Ternyata mendapat hadiah atau memberi hadiah itu membahagiakan...Satu hal lagi, jangan sampai mengerjakan jurnal di akhir-akhir karena bisa membuat stress.
Minggu ketujuh ini alhamdulillah...kita berefleksi..ternyata kebanyakan makanan cemilan, baru sedikit makanan utama yang didapatkan. Namun dari sini jadi tahu, hal yang harus ditingkatkan adalah jam terbang (latihan) dan hanya fokus pada 1 atau 2 tema besar saja.
Minggu kedelapan makin seru, perjuangan menemukan buddy (pasangan). Sempat di tolak 2 kali dan 1 kali digantung, tapi akhirnya ketemu buddy yang sesuai, sama2 bekerja juga di ranah publik, dan yang lebih seru adalah si buddy ternyata sudah mempraktikkan bullet journal selama 2 tahun. Saya baru tahu bullet journal pas di tahap ulat bunda cekatan itupun sudah minggu ke berapa gitu, ternyata apa yang saya inginkan ada di bullet journal seperti saya suka bikin semacam evaluasi gitu, ternyata di bullet journal juga ada kayak tracker dst....alhamdulillah..pokoknya seneng banget pas diterima sama buddy dan sesuai banget sama kebutuhan kita..

Komentar
Posting Komentar