Minggu ini masih di grup manajemen emosi sub grup manajemen marah A. Luar biasa di grup ini, aktif sekali. di grup manajemen emosi ini (alias grup inside out family) ada 7 'petinggi' nya, yaitu:
Kepala Keluarga : Aisyah FitrianaWakil Kepala Keluarga : Nurina Nirmala
Administrasi dan Pendataan : Laila Maknunah dan Umi Kulsum Maharani Priandini
Notulensi : Fely Mulyani dan Erie Syaadah
Desain grafis : Rusna Meswari
Selama minggu kemarin sudah 2 kali diskusi yaitu dari mbak shinta rini (psikolog) tentang innerchild dan mbak aca farecha tentang teknik sadar nafas.
1. Terkait innerchild, mbak shinta rini memberikan materi yakni 'tuntas innerchild dan pengasuhan yang lebih baik'
Disini ada beberapa materi:
a. Luka pengasuhan : beban psikologis atau luka batin karena kekeliruan pola asuh orang tua di masa lalu yang pernah kita terima
Cek apakah kita punya beban pengasuhan
b. Innerchild erat kaitannya dengan pola asuh orang tua karena pengalaman pola asuh di masa kecil akan membentuk skema dan akan diterapkan ketika mengasuh anak di masa depan. Sejak kita jadi orangtua kita lebih mudah mengenali ketidakpuasan, kemarahan, ketakutan, kecewa, sakit hati yang kita rasakan saat kecil melalui interaksi kita dengan anak. Kita tidak usah mengulang sejarah luka pengasuhan pada anak kita, karena anak kita akan mewariskan luka pengasuhan pada anaknya kelak. Kita harus memantau siklus lingkaran setan jika ingin mengasuh dengan dewasa dan bertanggung jawab. Menyelesaikan konflik innerchild adalah salah satu kunci sukses untuk proses pengasuhan yang bahagia dan lebih baik.
c. Innerchild adalah pengalaman masa lalu yang sangat kuat, dimana kita meniru tingkah laku, kata kata, peristiwa di masa lalu sehingga membentuk pikiran, keyakinan dan perilaku yang kita lakukan saat ini. Innerchild ada yang positif seperti kreatif, pantang menyerah, dicintai orang tua dan ada yang negatif seperti trauma, fobia, luka pengasuhan dll.
d. Ibu yang belum tuntas innerchild kurang menikmati perannya saat mengasuh anak anak seperti ibu merasa ragu ragu, kurang memiliki arah tujuan, kecewa dengan hasil mendidik anak, anak sulit diarahkan, ibu putus asa, ibu bingung, stress, ibu bertengkar dengan suami, ibu menjadi serba salah, ibu bingung memulai dari mana
e. Kondisi pencetus munculnya innerchild yang terluka : tuntutan pekerjaan rumah/bisnis yang segera diselesaikan, suami menyerahkan pengasuhan anak sepenuhnya ke ibu, manajemen waktu belum optimal, sulit mengelola emosi dan stress, sulit mengendalikan perilaku anak, kurang mendapat perhatian dan penerimaan, terlalu lelah, banyak pikiran, kurang istirahat, merasa tertekan saat berhubungan dengan mertua atau ipar, masalah ekonomi, komunikasi dengan suami kurang hangat.
f. Berdamai dengan innerchild yang terluka: terima innerchild yang terluka jangan ditolak dan diabaikan. Akui kita merasa sedih takut, marah dan takut dengan pengalaman trauma yang membuat inerchild kita terluka, jangan berusaha melupakan. Hadirkan masa lalu yang membuat terluka, sampaikan perasaan kita kepada seseorang yang menyebabkan kita trauma baik secara kata kata atau tulisan untuk melepaskan emosi negatif yang kuat tersimpan di pikiran bawah sadar. Serahkan pada Allah dan mohon Allah sembuhkan luka hati kita. Ambil hikmah sebagai pelajaran hidup. Berdoa agar pengalaman menyakitkan ini tidak terulang lagi.
g. Berdamai dengan orang tua : Ingat kebaikan dan jasa orang tua dengan menggunakan perasaan positif. Memaafkan= menyembuhkan luka diri kita. Mohon ampun kepada Allah supaya mengampuni orang tua kita dan minta ditumbuhkan perasaan cinta kepada orang tua. Orang tua belum punya ilmu parenting semudah kita mendapatkannya sekarang. Tanpa orang tua, tidak akan ada kita, bersyukur dengan anugerah ini.
h. Manajemen emosi: Kenali kita mengalami emosi. Kenali saat emosi muncul. Perhatikan alarm tubuh saat emosi akan muncul. Reframing pengalaman negatif menjadi positif. Melakukan tapping untuk menyeimbangkan emosi. Sholat dan dzikir menjadi benteng pertahanan iman yang naik turun.
I. Menciptakan kondisi emosi positif: Intropeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah agar hati tenang. Bersedekah dan membantu orang lain. Memaafkan orang lain sebelum tidur. Mensyukuri nikmat Allah dan kebaikan sebelum tidur (membuat jurnal syukur) . Menjaga kesehatan dengan olahraga, tidur cukup dan makan teratur. Berfikir positif. Beristighfar.
Hasil diskusi di grup dapat dilihat di link :https://drive.google.com/file/d/1HwEAVPxct2D2s-5AuTEZJrOSe1AaVX1l/view?usp=drivesdk
2. Materi dari mbak aca farecha tentang mengenali sensasi tubuh dan sensasi rasa dengan teknik sadar nafas, bisa dilihat di:
Bentuk audio https://drive.google.com/file/d/1UOkpuVL6B45Oxut5BqUgr-t9szbvRUTn/view?usp=drivesdk
Bentuk file:
https://docs.google.com/document/d/1w6qz-YeVkTrX2J-__rR94u4-qNZNkJet_90zzlUTTSI/edit?usp=drivesdk
Hasil diskusi saat materi mab aca farecha bosa dilihat di link : https://docs.google.com/document/d/1Xt7Op15RYCVZlbnevwjw3DadhQ7OW5lrd_xcZ4Jyhls/edit?usp=drivesdk
Sebenarnya di sub grup manajemen marah A juga ada diskusi tapi hasil diskusinya sepertinya saya tulis nanti kalau sudah 'tampil' di grup besar keluarga manajemen emosi.
Oiya untuk makanan utama saya waktu itu terkait ansietas atau cemas berlebih tetap saya lanjutkan dengan cara menonton dan mencatat hasilnya dari video mas erik wibowo. Ternyata di video itu saya mendapat informasi yang sangat jelas. Disitu saya tahu bedanya ansietas dan panik. Kemudian solusi yang telah diterapkan oleh mas erik sampai akhirnya sembuh dari ansietas. Saya menonton 25 seri video terkait ansietas. Link nya disini :https://www.youtube.com/playlist?list=PLE64B-4xXAQqHO6RIDFGqMCW0fdVb3Hz_
Ternyata memang lebih enak belajar dari video, terutama yang tidak terlalu panjang.
Untuk sesi go live, saya sudah menonton 4 grup yakni kecantikan (mb raida), conseling and couching (bunda titik maryani), pecinta quran (mb fathiyah syaadah) dan manajemen belajar (mba amalia rahmah). Sebenarnya itu bukan masuk dalam mind map saya, namun karena tidak sengaja terpencet, eh keterusan sampai akhir. Terutama manajemen belajar dari mbak amalia rahmah, jadi membuka mata bahwa kita harus percaya diri dengan kemampuan belajar kita. Karena belajar itu fitrah, ga perlu banyak teori, lebih banyak observasi mendalam saja. Di mind map saya ada ilmu yang ingin saya pelajari terkait menjadi percaya diri. Ternyata saya dapatkan di sesi go live nya mba amalia rahmah.. Kebetulan yang sesuai dengan mindmap... Selanjutnya dari mba fathiyah saya jadi kembali bersemangat untuk mencoba menghafal quran lagi. Apalagi si kakak juga mulai menghafal surat surat di juz 30. Mb fathiyah ini sepertinya orangnya ceria dan santai tapi bisa mewujudkan goal yang diinginkan (apa sih..). Hafalan quran itu seumur hidup, selesai nyetor maka harus komitmen dan konsisten untuk murojaah. Ada surat yang lupa lupa maka itu yang harus dikencengin lagi murajaahnya. Bikin semacam kuadran untuk hafalan kita. Terus niatkan kita sering murojaah bukan agar lancar tapi sebagai sarana 'penghormatan' kita kepada qur'an dan minta supaya Allah menganugerahkan cinta terhadap qur'an kepada kita. Kalau sesi bunda titik, memaparkan tentang parents as a couch. Saat nonton, jadi ingin mempelajari juga terkait ilmu couching ini, terutama buat diterapkan ke anak anak. Namun sayang, belum selesai nonton, wifi nya sudah keburu habis...mba raida juga go live nya terlihat natural sekali, pelajaran yang saya ambil, kalau beli produk tidak harus lihat brand nya, yang penting lihat bahannya aman, tidak harus mahal namun lihat kegunaan dan bahannya.
1. Terkait innerchild, mbak shinta rini memberikan materi yakni 'tuntas innerchild dan pengasuhan yang lebih baik'
Disini ada beberapa materi:
a. Luka pengasuhan : beban psikologis atau luka batin karena kekeliruan pola asuh orang tua di masa lalu yang pernah kita terima
Cek apakah kita punya beban pengasuhan
b. Innerchild erat kaitannya dengan pola asuh orang tua karena pengalaman pola asuh di masa kecil akan membentuk skema dan akan diterapkan ketika mengasuh anak di masa depan. Sejak kita jadi orangtua kita lebih mudah mengenali ketidakpuasan, kemarahan, ketakutan, kecewa, sakit hati yang kita rasakan saat kecil melalui interaksi kita dengan anak. Kita tidak usah mengulang sejarah luka pengasuhan pada anak kita, karena anak kita akan mewariskan luka pengasuhan pada anaknya kelak. Kita harus memantau siklus lingkaran setan jika ingin mengasuh dengan dewasa dan bertanggung jawab. Menyelesaikan konflik innerchild adalah salah satu kunci sukses untuk proses pengasuhan yang bahagia dan lebih baik.
c. Innerchild adalah pengalaman masa lalu yang sangat kuat, dimana kita meniru tingkah laku, kata kata, peristiwa di masa lalu sehingga membentuk pikiran, keyakinan dan perilaku yang kita lakukan saat ini. Innerchild ada yang positif seperti kreatif, pantang menyerah, dicintai orang tua dan ada yang negatif seperti trauma, fobia, luka pengasuhan dll.
d. Ibu yang belum tuntas innerchild kurang menikmati perannya saat mengasuh anak anak seperti ibu merasa ragu ragu, kurang memiliki arah tujuan, kecewa dengan hasil mendidik anak, anak sulit diarahkan, ibu putus asa, ibu bingung, stress, ibu bertengkar dengan suami, ibu menjadi serba salah, ibu bingung memulai dari mana
e. Kondisi pencetus munculnya innerchild yang terluka : tuntutan pekerjaan rumah/bisnis yang segera diselesaikan, suami menyerahkan pengasuhan anak sepenuhnya ke ibu, manajemen waktu belum optimal, sulit mengelola emosi dan stress, sulit mengendalikan perilaku anak, kurang mendapat perhatian dan penerimaan, terlalu lelah, banyak pikiran, kurang istirahat, merasa tertekan saat berhubungan dengan mertua atau ipar, masalah ekonomi, komunikasi dengan suami kurang hangat.
f. Berdamai dengan innerchild yang terluka: terima innerchild yang terluka jangan ditolak dan diabaikan. Akui kita merasa sedih takut, marah dan takut dengan pengalaman trauma yang membuat inerchild kita terluka, jangan berusaha melupakan. Hadirkan masa lalu yang membuat terluka, sampaikan perasaan kita kepada seseorang yang menyebabkan kita trauma baik secara kata kata atau tulisan untuk melepaskan emosi negatif yang kuat tersimpan di pikiran bawah sadar. Serahkan pada Allah dan mohon Allah sembuhkan luka hati kita. Ambil hikmah sebagai pelajaran hidup. Berdoa agar pengalaman menyakitkan ini tidak terulang lagi.
g. Berdamai dengan orang tua : Ingat kebaikan dan jasa orang tua dengan menggunakan perasaan positif. Memaafkan= menyembuhkan luka diri kita. Mohon ampun kepada Allah supaya mengampuni orang tua kita dan minta ditumbuhkan perasaan cinta kepada orang tua. Orang tua belum punya ilmu parenting semudah kita mendapatkannya sekarang. Tanpa orang tua, tidak akan ada kita, bersyukur dengan anugerah ini.
h. Manajemen emosi: Kenali kita mengalami emosi. Kenali saat emosi muncul. Perhatikan alarm tubuh saat emosi akan muncul. Reframing pengalaman negatif menjadi positif. Melakukan tapping untuk menyeimbangkan emosi. Sholat dan dzikir menjadi benteng pertahanan iman yang naik turun.
I. Menciptakan kondisi emosi positif: Intropeksi diri dan mendekatkan diri kepada Allah agar hati tenang. Bersedekah dan membantu orang lain. Memaafkan orang lain sebelum tidur. Mensyukuri nikmat Allah dan kebaikan sebelum tidur (membuat jurnal syukur) . Menjaga kesehatan dengan olahraga, tidur cukup dan makan teratur. Berfikir positif. Beristighfar.
Hasil diskusi di grup dapat dilihat di link :https://drive.google.com/file/d/1HwEAVPxct2D2s-5AuTEZJrOSe1AaVX1l/view?usp=drivesdk
2. Materi dari mbak aca farecha tentang mengenali sensasi tubuh dan sensasi rasa dengan teknik sadar nafas, bisa dilihat di:
Bentuk audio https://drive.google.com/file/d/1UOkpuVL6B45Oxut5BqUgr-t9szbvRUTn/view?usp=drivesdk
Bentuk file:
https://docs.google.com/document/d/1w6qz-YeVkTrX2J-__rR94u4-qNZNkJet_90zzlUTTSI/edit?usp=drivesdk
Hasil diskusi saat materi mab aca farecha bosa dilihat di link : https://docs.google.com/document/d/1Xt7Op15RYCVZlbnevwjw3DadhQ7OW5lrd_xcZ4Jyhls/edit?usp=drivesdk
Sebenarnya di sub grup manajemen marah A juga ada diskusi tapi hasil diskusinya sepertinya saya tulis nanti kalau sudah 'tampil' di grup besar keluarga manajemen emosi.
Oiya untuk makanan utama saya waktu itu terkait ansietas atau cemas berlebih tetap saya lanjutkan dengan cara menonton dan mencatat hasilnya dari video mas erik wibowo. Ternyata di video itu saya mendapat informasi yang sangat jelas. Disitu saya tahu bedanya ansietas dan panik. Kemudian solusi yang telah diterapkan oleh mas erik sampai akhirnya sembuh dari ansietas. Saya menonton 25 seri video terkait ansietas. Link nya disini :https://www.youtube.com/playlist?list=PLE64B-4xXAQqHO6RIDFGqMCW0fdVb3Hz_
Ternyata memang lebih enak belajar dari video, terutama yang tidak terlalu panjang.
Untuk sesi go live, saya sudah menonton 4 grup yakni kecantikan (mb raida), conseling and couching (bunda titik maryani), pecinta quran (mb fathiyah syaadah) dan manajemen belajar (mba amalia rahmah). Sebenarnya itu bukan masuk dalam mind map saya, namun karena tidak sengaja terpencet, eh keterusan sampai akhir. Terutama manajemen belajar dari mbak amalia rahmah, jadi membuka mata bahwa kita harus percaya diri dengan kemampuan belajar kita. Karena belajar itu fitrah, ga perlu banyak teori, lebih banyak observasi mendalam saja. Di mind map saya ada ilmu yang ingin saya pelajari terkait menjadi percaya diri. Ternyata saya dapatkan di sesi go live nya mba amalia rahmah.. Kebetulan yang sesuai dengan mindmap... Selanjutnya dari mba fathiyah saya jadi kembali bersemangat untuk mencoba menghafal quran lagi. Apalagi si kakak juga mulai menghafal surat surat di juz 30. Mb fathiyah ini sepertinya orangnya ceria dan santai tapi bisa mewujudkan goal yang diinginkan (apa sih..). Hafalan quran itu seumur hidup, selesai nyetor maka harus komitmen dan konsisten untuk murojaah. Ada surat yang lupa lupa maka itu yang harus dikencengin lagi murajaahnya. Bikin semacam kuadran untuk hafalan kita. Terus niatkan kita sering murojaah bukan agar lancar tapi sebagai sarana 'penghormatan' kita kepada qur'an dan minta supaya Allah menganugerahkan cinta terhadap qur'an kepada kita. Kalau sesi bunda titik, memaparkan tentang parents as a couch. Saat nonton, jadi ingin mempelajari juga terkait ilmu couching ini, terutama buat diterapkan ke anak anak. Namun sayang, belum selesai nonton, wifi nya sudah keburu habis...mba raida juga go live nya terlihat natural sekali, pelajaran yang saya ambil, kalau beli produk tidak harus lihat brand nya, yang penting lihat bahannya aman, tidak harus mahal namun lihat kegunaan dan bahannya.
Komentar
Posting Komentar