Kelas telur telur di bunda cekatan? Luar biasa, makin menantang, rasanya nano nano, ada rasa bahagia, terharu, deg -degan, lebih banyak mikir,, ga tahu pokoknya..
Di minggu pertama, saat mendengar 'dongeng' dari Bu Septi rasanya terharuuu sekali, apalagi yang dibahas tentang kebahagiaan. Sepertinya sudah lama tidak berfokus pada kebahagiaan diri.. Terus pas masa masa pengerjaan jurnal minggu pertama, suami dirawat di RS karena sakit DBD. Hari hari menjelang deadline, sampai harus bawa laptop ke RS buat ngerjain tugas. Masih disambung lagi ngerjain tugas di rumah malam menjelang deadline.. Alhamdulillah terlalui juga... Waktu itu kadang merasa kayak mau nyerah di awal, tapi pas dipikir pikir. Sayang sekali, sudah sampai tahap ini masak mau nyerah..
Di minggu kedua dan ketiga mencoba lebih cepat mengerjakan tugas, agar tidak mendekati deadline... Meskipun masih bertanya tanya 'benar ga ya, aktivitas tersebut adalah sumber kebahagiaan saya, serta keterampilan tersebut adalah yang ingin saya pelajari..'
Nah diminggu keempat makin menjadi jadi kebingungannya... Harusnya kalau dari tugas pertama sampai ketiga, benar mengerjakannya, maka tugas keempat lebih mudah. Akan tetapi, saya masih belum yakin benar tidak ya,, sampai menjelang deadline, baru ketahuan ada benang merahnya... Memang keterampilan/ilmu yang ingin saya kuasai tidak langsung berhubungan dengan sumber kebahagiaan saya, namun lebih menjawab keterampilan pendukung yang berpotensi mengganggu kebahagiaan saya.
Komentar
Posting Komentar