Alhamdulillah kita sampai di awal tahun 2020, Semoga semakin berkah, bahagia, sehat dan berlimpah kebaikan..
Sekarang sudah memasuki minggu ketiga, materi bunda cekatan makin menantang. Menantang untuk terus berpikir dan berefleksi, apakah ini yang sekarang saya butuhkan dan membuat saya makin bahagia..
Di materi kedua kemarin telur merah saya (keterampilan yang ingin saya kuasai) adalah:
1. Keterampilan autobahagia
2. Keterampilan untuk selalu percaya diri
3. Keterampilan manajemen panik
4. Keterampilan bertanya elegan
5. Keterampilan bermain dengan anak
Pertama saya akan mencari alasan kuat kenapa saya perlu menguasai keterampilan tersebut. Saat pertama mendengar materi bu Septi di minggu pertama, bahwa seorang ibu berhak bahagia, saya sangat tersentuh dan mulai berpikir 'selama ini saya bahagia atau tidak ya'. Dari situ saya ingin memenuhi tangki kebahagiaan saya agar saya dapat berbagi kebahagiaan dengan orang di sekitar saya. Saya harus punya keterampilan untuk bahagia sendiri (autobahagia), apapun kondisi yang sedang terjadi. Saat seseorang bahagia maka dia akan semakin sehat dan bisa menghadapi kondisi apapun yang mungkin tidak mudah tapi bisa menjadi menyenangkan. Apalagi beberapa waktu lalu saya pernah mengalami asam lambung tinggi sehingga pikiran hanya terfokus pada sensasi yang dirasakan sampai melupakan kebahagiaan sendiri. Selain itu, pada kondisi tersebut, ada penyertanya yakni cemas berlebih. Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik dan semakin sehat. Namun cemas kadang masih terasa. Saya perlu belajar manajemen panik atau cemas, agar bisa berdamai dengan cemas dan lebih santai serta siap menghadapi cemas/panik. Saat cemas datang maka perut biasanya jadi tidak nyaman, atau kalau asam lambung sedang tinggi maka cemas juga makin sering terjadi. Intinya keduanya seperti saling berhubungan. Maka saya perlu lebih menjaga makan dan mengelola cemas/kepanikan. Saya sangat perlu mempunyai keterampilan ini, karena belajar dari pengalaman selama ini, saat cemas datang maka aktivitas yang sedang saya lakukan jadi terganggu. Misal sedang jalan jalan atau main dengan anak, tiba tiba cemas datang, maka saya harus menunda aktivitas yang sedang saya lakukan karena fokus mengembalikan kondisi ke keadaan normal. Nah ini bisa mengganggu kebahagiaan saya.
Selanjutnya adalah keterampilan untuk menjadi percaya diri. Ini sangat penting karena selama ini kadang saya berpikir bahwa orang lain dapat mengerjakan sesuatu yang saya kerjakan dengan hasil yang lebih baik. Maka saya perlu menguatkan keterampilan ini, agar apa yang telah saya lakukan tidak berhenti di tengah jalan karena merasa ada cara lain yang mungkin lebih baik. Atau tidak yakin lagi bahwa cara pertama dapat berhasil setelah mendapat informasi lain. Saya harus mempercayai kemampuan saya sendiri, karena siapa lagi yang diharapkan untuk mempercayai diri kita selain kita sendiri. Karena hal ini nanti akan berimbas pada pengasuhan anak. Saya harus percaya diri bahwa cara pengasuhan yang saya terapkan adalah yang terbaik untuk anak anak dan tidak harus selalu mempedulikan pandangan orang lain.
Keterampilan lainnya berhubungan dengan orang lain baik itu anak maupun suami. Setelah saya selesai dengan keterampilan yang saya butuhkan untuk menjadi lebih berdaya saya perlu keterampilan untuk berhubungan dengan orang lain, dalam hal ini keterampilan bertanya dengan elegan dan bermain dengan anak. Saya perlu terampil bertanya dengan elegan agar mendapat feedback terkait apa yang telah saya lakukan atau apapun tapi yang bersangkutan tidak merasa diinterogasi. Ini untuk menjaga hubungan dengan suami/anak tetap harmonis. Selain itu, keterampilan bermain dengan anak juga perlu saya kuasai, karena saya ingin menjadi ibu yang terbaik bagi mereka. Saat ini mereka berumur 3 dan 5 tahun, masih tahap sangat suka bermain.
Dari keterampilan tersebut ilmu yang saya perlu kuasai adalah:
1. Ilmu konsisten
2. Ilmu berdamai dengan diri sendiri
3. Ilmu terkait positive mind/thinking
4. Ilmu cara meningkatkan percaya diri
5. Ilmu seni bertanya
6. Manajemen konflik
7. Cara releasing emosi (relaksasi)
8. Cara autobahagia
9. Cara menciptakan ide kreatif dalam bermain dengan anak
10. Ilmu manajemen panik/cemas (sebelum, saat dan sesudah)
11. Ilmu memahami kondisi orang lain (anak/pendengar)
Sumber ilmu yang akan saya pergunakan antara lain dari buku, blog (browsing), youtube, jurnal, diskusi dengan orang tertentu, Al-qur'an, Hadist, whatsapp grup, kuliah di whatsapp, jika memungkinkan datang di seminar/workshop/yang lain. Sampai saat ini, sumber ilmu tersebut yang terpikir, namun jika nanti di tengah jalan menemukan sumber ilmu lain, maka tidak menutup kemungkinan untuk ditambahkan sebagai sumber ilmu baru.
Selama ini setelah saya renungkan cara belajar yang efektif buat saya adalah dengan cara mencatatnya. Oleh karena itu, beberapa cara belajar saya adalah mendengar/membaca kemudian membuat catatan sehingga saya mendapat gambaran besar terkait ilmu yang telah saya pelajari. Kemudian mengulang-ulangnya dan mempraktikkannya. Terakhir adalah menulis hasilnya di buku diary atau di kertas coretan untuk mengetahui efektivitas ilmu yang telah dipraktekkan. Semua hal yang telah saya sampaikan di atas dari tujuan belajar, ilmu yang diperlukan, sumber ilmu dan cara belajar saya lebih lanjut dapat dilihat pada Gambar 1. Selanjutnya, dalam 5-6 bulan ke depan saya akan fokuskan ilmu yang saya pelajari seperti terlihat pada Gambar 2.
![]() |
| Gambar 1 Rangkuman Tabel temukan cara belajarmu |
![]() |
| Gambar 2. Lima Ilmu yang akan dipelajari |


Komentar
Posting Komentar