Langsung ke konten utama

10#Ancaman Pornografi terhadap Reproduksi Sehat

*Prolog*
Bunda-bunda, di suatu sore, ketika kakak pulang dari sekolah dasar, dia berlari ke arah kita, dengan keringat yg mulai bermunculan dan suara yg terengah engah, kakak lalu bertanya
Bun, Oral seks itu apa sih???
Bunda, jika kita ada di situasi itu, kira-kira apa yg akan Bunda lakukan dan katakan???

Mungkin kita kaget ya bunda, bagaimana ia tahu hal itu? Dari mana?
Namun, ketika anak bertanya hal itu, jangan introgasi sambil marah ya bun
Karena bisa jadi, ketika kita menunjukkan ekspresi tak suka, anak mungkin akan takut bertanya lagi dan akhirnya ia akan mencari2 jawaban sendiri..
Mencari jawaban sendiri ini lah yg sangat dikhawatirkan..
Karena sebaiknya, pembicaraan tentang seks, orangtualah yg seharusnya menjelaskan..

Mengapa mengkhawatirkan?? Karena kita takut anak kita terjerumus pada konten2 pornografi..
Lalu, sebenarnya apa sih Pornografi?? Mengapa ia begitu ditakuti??
Elly Risman memiliki istilah sendiri terhadap pornografi, yakni "Narkolema" alias Narkoba lewat mata. Betul Bunda, layaknya Narkoba, Pornografi bersifat candu. Jika sudah candu konten porno, yang pertama diserang adalah otak, otak akan selalu merasa tidak puas sehingga akhirnya ia akan menyuruh si korban mencari konten-konten pornografi yang jauh lebih vulgar..
Survei yang dilakukan yayasan kita dan buah hati tahun 2016 menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak kelas 4-6 SD telah melihat pornografi.

Bunda, darimana sajakah anak-anak terpapar pornografi???
Televisi
HP
VCD (ketika kita jalan2 di tempat perbelanjaan, pasti kita pernah melihat penjual vcd film2 bajakan kan? Pernahkan bunda melihat cover film yg gambarnya sosis kartun yg terlihat lucu?? Dia disimpan di rak film anak2, padahal taukah bunda isi film itu ttg apa?? Yes, film yg jauuuuuh dr kartun2 lucu untuk anak)
Obrolan dengan teman
Komik
Ortu dll
Apa itu reproduksi sehat?(menurut WHO)
Suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh bukan sekedar bebas dari penyakit atau kecacatan semata.
Dakam agama reproduksi sehat hanya dibatasi dalam hubungan pernikahan yang sah.
Bunda.. kira-kira apa ya dampaknya bila pornografi semakin marak? Ternyata, menurut seorang psikolog Amerika Victor Cline, terjadinya kecanduan pornografi berkaitan erat dengan kasus kejahatan seksual dan perilaku seks bebas.

Bagaimana bisa begitu ya..?
Ternyata ini disebabkan, seorang pecandu tingkat tinggi pornografi, akan cenderung berusaha meniru apa yang dilihatnya. Sungguh miris  ya bun... Tahap kecanduan pornografi : melihat --> penasaran dan mulai kecanduan -->berkurang kepekaan dan level meningkat -->meniru apa yang dilihat
Secara umum, pornografi sangatlah berbahaya, baik pada kita orang dewasa, maupun pada anak. Bahayanya mulai dari menimbulkan kecanduan, penurunan daya konsentrasi, bayang-bayang yang sulit hilang, kerusakan pada LIMA bagian otak (bahkan lebih parah dari narkoba yang merusak 3 bagian *saja*), menumpulkan rangsangan seksual,melampiaskan ke yang tidak halal (seks bebas, onani dll)

Di dalam otak manusia, terdapat satu bagian yang sangat penting yang disebut pre-frontal cortex (PFC). Menurut peneliti otak, PFC ini *hanya ada pada otak manusia*, sehingga ini yang membedakannya dengan binatang.

Apa fungsi PFC ini?
PFC ibarat pemimpin bagi otak. PFC merupakan pusat pertimbangan dan pengambilan keputusan. PFC jugalah yang membentuk kepribadian dan perilaku social.
PFC bertanggung jawab dalam hal: berkonsentrasi, memahami benar/salah, mengendalikan diri, menunda kepuasan, berpikir kritis, dan merencanakan masa depan.

PFC ini sayangnya rentan sekali mengalami kerusakan, baik kerusakan fisik melalui benturan, kerusakan melalui zat-zat narkotika (NAPZA), dan juga melalui pornografi.

Pornografi merusak otak dengan membuat PFC kebanjiran senyawa dopamine, sehingga ia tidak aktif. Bila PFC sering tidak aktif lama kelamaan ia akan menyusut dan rusak.
Pada anak, paparan pornografi lebih berbahaya dan lebih merusak… apakah bunda tahu mengapa demikian?
Ini karena, pada anak, PFC nya belum tumbuh sempurna. Pada orang dewasa yang telah sempurna saja pornografi bisa berbahaya, apalagi pada anak yang PFC nya masih belum tumbuh sempurna…..

Diantara dampak lain kerusakan PFC yaitu:
hilangnya konsentrasi, hilangnya kemampuan menimbang benar salah, penurunan kemampuan mengambil keputusan, serta dapat membuat pernikahan dianggap tidak penting. Inilah yang mengancam reproduksi sehat.

Jadi bagaimana caranya agar terhindar dari pornografi??


Jalin komunikasi yg hangat dg anak, diskusi, perbanyak kegiatan positif, batasi penggunaan gadget, prediksi dari potensi kejahatan seksual.

Bagaimana jika anak sudah terpapar pornografi?
Tenang, jangan panik, bermusyawarah dengan pasangan, ingat anak adalah amanah, takutlah jika meningggalkan anak dalam keadaan lemah, terima kenyataan, maafkan, minta ampunkan, diskusi dg anak tentang bahaya pornografi, perbanyak input positif.

Kesimpulan
...
Pornografi sangat berbahaya karena dapat membuat kecanduan, merusak otak, mengurangi kemampuan berpikir, meningkatkan kasus kejahatan seksual, serta mengancam cara pandang akan reproduksi sehat di dalam pernikahan.
Mari kita bentengi anak-anak sejak dini dari bahaya pornografi. Bangun hubungan kedekatan dengan anak sehingga anak dapat bercerita dengan nyaman kepada kita. Atur penggunaan gadget. Sibukkan anak dengan hobi, minat, bakat serta kegiatan positif lainnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

StayFree: Pemantau penggunaan aplikasi hp kita

Salah satu aplikasi yang dituju adalah yang bisa memantau dan memberikan peringatan aplikasi khususnya youtube. Maklum, anak anak masih belum bisa lepas 100% dari nonton di youtube. Tiap hari ada waktu buat mereka untuk nonton, sekali nonton sekitar 10 sampai 15 menit. Tapi terkadang mereka masih nambah walaupun sudah bunyi alarm hp, tanda waktu nonton mereka habis. Makanya saya perlu aplikasi yang bisa memantau penggunaan youtube dalam sehari. Akhirnya ketemu aplikasi 'StayFree'. Ternyata, di aplikasi ini kita bisa melihat penggunaan semua aplikasi di hp kita dan memberikan alarm kalau sudah melewati batas yang kita tetapkan. Niatnya mau melihat penggunaan aplikasi youtube, ternyata penggunaan aplikasi yang lain juga bisa terpantau...jadi senang. Tampilannya seperti ini: #Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunSayIIP #KeluargaMultimedia

Jurnal Minggu 2 Tahap Kupu Kupu

Minggu kedua adalah tahap assesmen diri dalam program mentorship. Maka saya dan mbak zizi sepakat untuk menggunakan messenger, pada hari Selasa 12 Mei 2020 jam 8 Wib. Karena memang jadwal mentroship kita adalah jam 8-9 wib (tidak harus 1 jam, bisa kurang). Rasanya saya deg degan kepikiran mau ngomong apa saat video call dengan mbak mentor. Akhirnya waktu yang disepakati pun datang, saya keluar rumah agar lebih kondusif. Soalnya anak-anak sedang berisik. Alhamdulillah akhirnya bisa lihat wajah mbak mentor... Pertama Mbak zizi tanya apakah program mentroship yang dipilih ini sudah sesuai mindmap. Kemudian saya jawab, bahwa mindmap saya ada 7 yaitu terkait manajemen cemas/panik, manajemen stress, manajemen emosi, manajemen waktu, be confident , positive mind , dan selalu bahagia. Kemudian mbak zizi tanya apa yang sudah di dapat selama tahap ulat sampai kepompong kemarin. Saya cerita kalau di tahap ulat saya mencari sendiri terkait manajemen cemas, kemudian ikut keluarga manajemen emo...

Mind Mapping

Minggu ini kita akan bermain menggunakan mind mapping . Di minggu pertama kita sudah menemukan sumber kebahagiaan kita, kemudian minggu kedua adalah keterampilan yang akan kita pelajari dan di minggu tiga kemarin kita sudah menemukan ilmu yang akan dipelajari. Materi kali ini, cukup membuat saya berpikir ulang, apakah benang merah dari materi 1 sampai ke 4 ini sudah sesuai? Sehingga materi kali ini perlu berefleksi lebih lama. Namun akhirnya ketemu juga benang merahnya. Awalnya mau mengubah telur-telur yang sudah di tulis, tapi sepertinya tidak perlu. Memang sumber kebahagiaan ada di minggu pertama, namun dari minggu kedua, saya tidak memfokuskan untuk mengasah keterampilan yang membuat saya bahagia, saya lebih terfokus pada mempelajari keterampilan yang berpotensi mengganggu kebahagiaan saya. Ini dimaksudkan untuk menyelesaikan sumber pengganggu kebahagiaan sebelum fokus pada kebahagiaan. Saya menyadari ini, setelah saya memperhatikan anak saya, saat dia lapar atau ada yang tidak nya...

Refleksi Belajar #Tahap Ulat

Jurnal minggu ke 7 ini terkait releksi belajar. Kita diminta mengklasifikasikan ilmu yang sudah di dapatkan, kemudian memisahkan makanan utama dan cemilan. Kemudian refleksikan.. a. Apakah makanan yang kudapatkan sudah sesuai dengan kebutuhan makanan yang ada di petaku? Sesuai dengan mind map saya maka ada 7 ilmu yang perlu saya pelajari yakni :  1. Manajemen panik/cemas 2. Manajemen emosi 3. Manajemen stress 4. Manajemen waktu 5. Menjadi percaya diri 6. Sumber kebahagiaan 7. Positive mind  Pertama saya akan melihat ilmu untuk makanan utama saya ternyata ada 3 ilmu yang sudah didapat yakni manajemen emosi, manajemen waktu dan manajemen panik/cemas. Untuk lebih jelas bisa dilihat pada Gambar 1. Untuk manajemen emosi, sudah terjawab pemicu emosi negatif (innerchild, gangguan jin, syahwat), cara merelease emosi negatif (mindfullness, forgiveness therapy, teknik sadar nafas dll), dan terapi emosi negatif. Meskipun masih banyak mungkin ilmu terkait manaj...

Jurnal Minggu 4 Tahap Kupu Kupu

Minggu ke empat ini adalah tahap check in , semacam evaluasi di pertengahan terhadap proses mentorship . Maka hari jumat saya mulai menghubungi mbak zizi dulu, karena minggu-minggu kemarin mbak zizi yang menghubungi dan pas saat itu HP mati dari malam terus pagi baru di charge , makanya sampai jam 8.30 an saya tidak membalas pesan mbak zizi. Maka minggu ini saya berinisiatif menghubungi mbak zizi dulu dan meminta persetujuan apakah mulai mentorship hari jumat ini atau besok (hari sabtu). Ternyata mbak zizi merespon dan saat itu juga proses mentorship berjalan. Pertama mbak zizi menanyakan apakah saya sudah menyimak diskusi bu Septi, alhamdulillah sebelum proses mentorship saya sudah selesai menyimak diskusi bu Septi. Kemudian mbak zizi menanyakan saya lebih nyaman menggunakan chat atau video call saat berinteraksi, saya jawab menggunakan chat karena ada waktu untuk mikir dulu kalau menggunakan chat sedangkan kalau video call suka ada demam panggung. Waktu dulu video call denga...