Langsung ke konten utama

4#menumbuhkan fitrah seksualitas anak usia 0-4 tahun











1. Bunda Titik

sambil nanya ya mbak.. sdh boleh kah?

Video diatas.. kira2 anak2 tsb dpt inspirasi dari mana sajakah?

Mungkinkah orang tua berkontribusi dlm hal ini?
Mungkin saja kedua anak tersebut sudah terpapat gadget dan internet, seperti materi kita sebelumnya.. kontribusi orang tua menurut saya 'ada' karena pengawasan dan perhatian menjadi hal penting yang perlu orang tua berikan kepada anak. Salah satu hal yang menjadi tantangan kita dalam materi ini juga mencakup, "tidak melakukan perbuatan secara sembunyi sembunyi.
Terlihat di video melakukan sebelumnya celingak-celinguk, dan seperti di pojok ruangan

Khawatir jika sudah kecanduan pornografi dapat merusak otaknya

Butuh pendekatan dari orang tua.
Orang tua yang memiliki kedekatan dengan anak, barang tentu bisa membuka segala hal, tidak riskan bagi sang anak bertanya kepada orang tuanya, rasa penasaran akan tubuhnya sudah dijelaskan sejak dini maka perbuatan ig sembunyi-sembunyi bisa tesarselesaikan. Contoh : seorang anak yang penasaran tentang bagian vital  , maka jika sang anak sudah mendapatkan penjelasan, maka ia akan tahu berbuat apa dengan tubuhnya.
Tambahan dari saya, sesuai dari materi Solusi pada slide kami, pengenalan alat vital, dan siapa saja yg boleh menyentuh tubuh kita itu sangat dibutuhkan anak. Anak anak itu kemungkinan terpapar pornografi yg diperoleh dari gadget dan internet. Kurangnya pendidikan seksual sesuai fitrah membuat si anak terbawa arus pornografi yg mungkin mereka belum mengerti.

🙋🏼‍♀ mau bertanya mba..boleh dijelaskan mba secara spesifik peran ayah atau ibu dalam menumbuhkan fitrah seksualitas di umur anak 0 - 4 tahun unk anak perempuan dan laki2..
Usia 0-2 tahun - merawat kelekatan (attachment) awal

Anak lelaki atau anak perempuan didekatkan kepada ibunya karena ada masa menyusui. Ini tahap membangun kelekatan dan cinta.

Usia 3-6 tahun - menguatkan konsep diri berupa identitas gender

Anak lelaki dan anak perempuan di dekatkan kepada ayah dan ibunya secara bersama.  Usia 3 tahun, anak harus dengan jelas mengatakan identitas gendernya. Misalnya anak perempuan harus berkata   "bunda, aku perempuan", sebaliknya juga anak lelaki.

Jika sampai usia 3 tahun masih "bingung" identitas gendernya, ada kemungkinan sosok ayah atau sosok ibu tidak hadir. Inilah tahap penguatan konsep identitas gender pada diri anak

Pada tahap ini praktek "toileting", dapat dijadikan juga sarana menumbuhkan fitrah seksualitas berupa penguatan konsep diri atau identitas gendernya
Diharapkan usia 3 tahun anak sudah bisa mengatakan dengan jelas bahwa ia laki-laki atau perempuan. Melalui peran ayah dan ibu yang seimbang. Anak laki-laki dapat contoh dari ayah bagaimana cara berbicara, berpakaian, bertingkah laku sebagai seorang laki-laki. Dan perempuan mendapatkan dari sang ibu.
Jdi sy bisa menarik kesimpulan bahwa sejak bayipun peran ayah juga harus tetap sama dengan ibu walaupun kedekatan masih dominan kepada ibunya.

syg dah habis waktunya ya.. sedikit penasaran ttg salah satu poin slide di atas... sosok ayah ditampilkan sebagai the person of "tega" dan ibu sebagai "pembasuh luka"

ini klo terbalik bgmn ya.. apakah akan berdampak thd FS.. misalnya di suatu rumah tangga si bunda cenderung lebih galak dan tegas drpd  ayah.. dan ayah lbh sabar.. apakah akan brpengaruh negatif?  haruskah selalu ayah sbg ikon ketegasan dan bunda ikon kelembutan..

Kalo yg saya tau dari seminar ust. Harry, ini yang idealnya sang ayahlah ikon ketegasan dan ibulah ikon kelembutan. Bagaimana kalau terbalik?
Berarti ayah atau ibu belum sadar akan perannya. Atau mungkin ibu mengambil peran ganda. Ibu yang mengambil peran ganda menjadi tergerus fitrah kelembutannya.

Jika ayah belum mau ikut didik anak?
1. Ayah tidak merasa bahwa mendidik anak itu adalah bagian dari Aqidah. Termasuk bahwa anak adalah pelanjut misi perjuangan (regenerasi) dari Ayah. Misi perjuangan itu jelas bagian dari Aqidah. Di akhirat, ayah dan anak akan dipersambungkan lagi apabila ada ikatan aqidah atau ikatan yg sama dalam perjuangan.

2. Di masa anak, banyak anak lelaki kehilangan figur ayah (baik ayah ada maupun tiada), sehingga have no idea to be a good father. Beberapa kasus dimana ayah di masa lalu sangat dominan egonya, maka muncul anak lelaki yg malah kurang supply ayah, ketika dewasa menjadi peragu, posesif bahkan membenci sosok ayah.

3. Para Ayah yg salah karir jelas tak akan fokus menjalani peran ayah, karena fitrah lelaki itu "single tasking", mereka akan sulit move on jika sesuatu yang menjadi aktifitas utamanya ternyata bukan panggilan hidupnya atau tdk sesuai dgn bakatnya dstnya.

Solusinya? Dido'akan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

StayFree: Pemantau penggunaan aplikasi hp kita

Salah satu aplikasi yang dituju adalah yang bisa memantau dan memberikan peringatan aplikasi khususnya youtube. Maklum, anak anak masih belum bisa lepas 100% dari nonton di youtube. Tiap hari ada waktu buat mereka untuk nonton, sekali nonton sekitar 10 sampai 15 menit. Tapi terkadang mereka masih nambah walaupun sudah bunyi alarm hp, tanda waktu nonton mereka habis. Makanya saya perlu aplikasi yang bisa memantau penggunaan youtube dalam sehari. Akhirnya ketemu aplikasi 'StayFree'. Ternyata, di aplikasi ini kita bisa melihat penggunaan semua aplikasi di hp kita dan memberikan alarm kalau sudah melewati batas yang kita tetapkan. Niatnya mau melihat penggunaan aplikasi youtube, ternyata penggunaan aplikasi yang lain juga bisa terpantau...jadi senang. Tampilannya seperti ini: #Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunSayIIP #KeluargaMultimedia

Jurnal Minggu 2 Tahap Kupu Kupu

Minggu kedua adalah tahap assesmen diri dalam program mentorship. Maka saya dan mbak zizi sepakat untuk menggunakan messenger, pada hari Selasa 12 Mei 2020 jam 8 Wib. Karena memang jadwal mentroship kita adalah jam 8-9 wib (tidak harus 1 jam, bisa kurang). Rasanya saya deg degan kepikiran mau ngomong apa saat video call dengan mbak mentor. Akhirnya waktu yang disepakati pun datang, saya keluar rumah agar lebih kondusif. Soalnya anak-anak sedang berisik. Alhamdulillah akhirnya bisa lihat wajah mbak mentor... Pertama Mbak zizi tanya apakah program mentroship yang dipilih ini sudah sesuai mindmap. Kemudian saya jawab, bahwa mindmap saya ada 7 yaitu terkait manajemen cemas/panik, manajemen stress, manajemen emosi, manajemen waktu, be confident , positive mind , dan selalu bahagia. Kemudian mbak zizi tanya apa yang sudah di dapat selama tahap ulat sampai kepompong kemarin. Saya cerita kalau di tahap ulat saya mencari sendiri terkait manajemen cemas, kemudian ikut keluarga manajemen emo...

Mind Mapping

Minggu ini kita akan bermain menggunakan mind mapping . Di minggu pertama kita sudah menemukan sumber kebahagiaan kita, kemudian minggu kedua adalah keterampilan yang akan kita pelajari dan di minggu tiga kemarin kita sudah menemukan ilmu yang akan dipelajari. Materi kali ini, cukup membuat saya berpikir ulang, apakah benang merah dari materi 1 sampai ke 4 ini sudah sesuai? Sehingga materi kali ini perlu berefleksi lebih lama. Namun akhirnya ketemu juga benang merahnya. Awalnya mau mengubah telur-telur yang sudah di tulis, tapi sepertinya tidak perlu. Memang sumber kebahagiaan ada di minggu pertama, namun dari minggu kedua, saya tidak memfokuskan untuk mengasah keterampilan yang membuat saya bahagia, saya lebih terfokus pada mempelajari keterampilan yang berpotensi mengganggu kebahagiaan saya. Ini dimaksudkan untuk menyelesaikan sumber pengganggu kebahagiaan sebelum fokus pada kebahagiaan. Saya menyadari ini, setelah saya memperhatikan anak saya, saat dia lapar atau ada yang tidak nya...

Refleksi Belajar #Tahap Ulat

Jurnal minggu ke 7 ini terkait releksi belajar. Kita diminta mengklasifikasikan ilmu yang sudah di dapatkan, kemudian memisahkan makanan utama dan cemilan. Kemudian refleksikan.. a. Apakah makanan yang kudapatkan sudah sesuai dengan kebutuhan makanan yang ada di petaku? Sesuai dengan mind map saya maka ada 7 ilmu yang perlu saya pelajari yakni :  1. Manajemen panik/cemas 2. Manajemen emosi 3. Manajemen stress 4. Manajemen waktu 5. Menjadi percaya diri 6. Sumber kebahagiaan 7. Positive mind  Pertama saya akan melihat ilmu untuk makanan utama saya ternyata ada 3 ilmu yang sudah didapat yakni manajemen emosi, manajemen waktu dan manajemen panik/cemas. Untuk lebih jelas bisa dilihat pada Gambar 1. Untuk manajemen emosi, sudah terjawab pemicu emosi negatif (innerchild, gangguan jin, syahwat), cara merelease emosi negatif (mindfullness, forgiveness therapy, teknik sadar nafas dll), dan terapi emosi negatif. Meskipun masih banyak mungkin ilmu terkait manaj...

Jurnal Minggu 4 Tahap Kupu Kupu

Minggu ke empat ini adalah tahap check in , semacam evaluasi di pertengahan terhadap proses mentorship . Maka hari jumat saya mulai menghubungi mbak zizi dulu, karena minggu-minggu kemarin mbak zizi yang menghubungi dan pas saat itu HP mati dari malam terus pagi baru di charge , makanya sampai jam 8.30 an saya tidak membalas pesan mbak zizi. Maka minggu ini saya berinisiatif menghubungi mbak zizi dulu dan meminta persetujuan apakah mulai mentorship hari jumat ini atau besok (hari sabtu). Ternyata mbak zizi merespon dan saat itu juga proses mentorship berjalan. Pertama mbak zizi menanyakan apakah saya sudah menyimak diskusi bu Septi, alhamdulillah sebelum proses mentorship saya sudah selesai menyimak diskusi bu Septi. Kemudian mbak zizi menanyakan saya lebih nyaman menggunakan chat atau video call saat berinteraksi, saya jawab menggunakan chat karena ada waktu untuk mikir dulu kalau menggunakan chat sedangkan kalau video call suka ada demam panggung. Waktu dulu video call denga...