Langsung ke konten utama

7#Mengajarkan anak untuk mencegah kejahatan seksual

Data dari KPAI menyebutkan ada 130 kasus kejahatan seksual pada anak di tahun 2016, dan 116 kasus di tahun 2017.
Kasus kejahatan seksual pada anak saat ini sangat memprihatinkan, seringkali pelaku adalah orang2 dekat yang tidak disangka dapat menyakiti.
Sebagai orangtua, tentu kita ingin melindungi anak anak kita dari setiap kejahatan ataupun kemalangan yang bisa menimpanya, akan tetapi seringkali kita tidak mampu menjaga anak anak 24 jam full. Menitipkan anak anak pada Sang Maha Kuasa tentu salah satu cara terbaik yang bisa kita lakukan  saat tangan tangan kita tak kuasa menjaga buah hati. Selain itu, kita perlu membekali anak anak kita agar mampu menjaga diri dari kejahatan seksual sebagai bentuk ikhtiar.
Berikut beberapa hal yang bisa kita ajarkan kepada anak kita sebagai bekal, yang kami dapat dari beberapa sumber
Terima kasih mbak @⁨arum.patriati⁩ atas pertanyaannya.. Kenapa kejahatan seksual masih ada bahkan banyak? Dari beberapa literatur yang saya baca, penyebabnya bisa diakibatkan oleh kerentanan anak2. Maksudnya anak kecil itu lemah dan rentan dijadikan sasaran kejahatan. Bahkan orang yang tidak pedofil pun sering melakukan kejahatan seksual pada anak karena menganggap anak2 adalah mangsa yang mudah didapatkan. Kedua, kurangnya komunikasi dan perhatian orangtua kepada anak. Hal ini yang tadi dibahas panjang lebar dalam presentasi kami. Ketiga karena masyarakat pun masih cenderung menyepelekan saat ada orang yang "kecenderungan" aneh kepada anak (bahkan juga kepada wanita), misalnya suka mencolek, suka catcalling dsb, semuanya dianggap wajar.
Ikut menjawab ya mba Arum,
KPAI pernah menjelaskan bahwa penyebab banyaknya kekerasan seksual karena adanya anak yg berpotensi menjadi korban, adanya orang yg berpotensi menjadi pelaku kejahatan, dan adanya peluang untuk terjadinya kejahatan seksual..
Yg ketiganya semakin meningkat
Anak yg berpotensi menjadi korban biasanya mereka yg penakut, berpakaian ketat.. itu kenapa kita perlu mendidik anak seperti yg disebutkan tadi
Mereka yg berpotensi menjadi pelaku umumnya mereka yg memang memiliki masalah psikologis, atau kecanduan pornografi
Dan tetap tdk 100% percaya thd orang2 yg ada dsrkitar anak tanpa trkecuali orang trdekat..mgkin pngasuh atau sopir jmputan karena sdh bnyk juga buktinya ..bahwa ada sebagian dari itu
Benar mbak.. bahkan kesempatan se"kecil" apa pun saat ada orang yang suka "centil" sama anak kita, langsung lah waspada. Sayangnya di masyarakat kita, masih suka dianggap judes atau jutek kalau kita nggak memperbolehkan orang megang atau nyium anak kita ya. Padahal itu salah satu bentuk perlindungan orangtua kepada anaknya

Perilaku kejahatan seksual dapat dicegah dengan melakukan edukasi yang baik terhadap anak untuk:
💡‌mengetahui apa saja bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain
💡‌mengetahui siapa yang boleh menyentuh bagian tubuh pribadinya
💡‌mengenali tanda bahaya
💡‌cepat meminta pertolongan
💡‌terbuka terhadap orangtua

Selain itu, sebagai orangtua kita pun wajib untuk melindungi anak kita dengan cara:
💡‌melindungi bagian tubuhnya dengan memakaikan pakaian yang sopan
💡‌menghormati anak untuk memutuskan apa yang boleh dilakukan terhadapnya
💡‌bersikap waspada terhadap kehadiran orang lain yang menemani anak
💡‌membangun dan mempertahankan komunikasi dengan anak
💡‌mengetahui ciri-ciri awal terjadinya kekerasan seksual pada anak










Komentar

Postingan populer dari blog ini

StayFree: Pemantau penggunaan aplikasi hp kita

Salah satu aplikasi yang dituju adalah yang bisa memantau dan memberikan peringatan aplikasi khususnya youtube. Maklum, anak anak masih belum bisa lepas 100% dari nonton di youtube. Tiap hari ada waktu buat mereka untuk nonton, sekali nonton sekitar 10 sampai 15 menit. Tapi terkadang mereka masih nambah walaupun sudah bunyi alarm hp, tanda waktu nonton mereka habis. Makanya saya perlu aplikasi yang bisa memantau penggunaan youtube dalam sehari. Akhirnya ketemu aplikasi 'StayFree'. Ternyata, di aplikasi ini kita bisa melihat penggunaan semua aplikasi di hp kita dan memberikan alarm kalau sudah melewati batas yang kita tetapkan. Niatnya mau melihat penggunaan aplikasi youtube, ternyata penggunaan aplikasi yang lain juga bisa terpantau...jadi senang. Tampilannya seperti ini: #Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunSayIIP #KeluargaMultimedia

Jurnal Minggu 2 Tahap Kupu Kupu

Minggu kedua adalah tahap assesmen diri dalam program mentorship. Maka saya dan mbak zizi sepakat untuk menggunakan messenger, pada hari Selasa 12 Mei 2020 jam 8 Wib. Karena memang jadwal mentroship kita adalah jam 8-9 wib (tidak harus 1 jam, bisa kurang). Rasanya saya deg degan kepikiran mau ngomong apa saat video call dengan mbak mentor. Akhirnya waktu yang disepakati pun datang, saya keluar rumah agar lebih kondusif. Soalnya anak-anak sedang berisik. Alhamdulillah akhirnya bisa lihat wajah mbak mentor... Pertama Mbak zizi tanya apakah program mentroship yang dipilih ini sudah sesuai mindmap. Kemudian saya jawab, bahwa mindmap saya ada 7 yaitu terkait manajemen cemas/panik, manajemen stress, manajemen emosi, manajemen waktu, be confident , positive mind , dan selalu bahagia. Kemudian mbak zizi tanya apa yang sudah di dapat selama tahap ulat sampai kepompong kemarin. Saya cerita kalau di tahap ulat saya mencari sendiri terkait manajemen cemas, kemudian ikut keluarga manajemen emo...

Mind Mapping

Minggu ini kita akan bermain menggunakan mind mapping . Di minggu pertama kita sudah menemukan sumber kebahagiaan kita, kemudian minggu kedua adalah keterampilan yang akan kita pelajari dan di minggu tiga kemarin kita sudah menemukan ilmu yang akan dipelajari. Materi kali ini, cukup membuat saya berpikir ulang, apakah benang merah dari materi 1 sampai ke 4 ini sudah sesuai? Sehingga materi kali ini perlu berefleksi lebih lama. Namun akhirnya ketemu juga benang merahnya. Awalnya mau mengubah telur-telur yang sudah di tulis, tapi sepertinya tidak perlu. Memang sumber kebahagiaan ada di minggu pertama, namun dari minggu kedua, saya tidak memfokuskan untuk mengasah keterampilan yang membuat saya bahagia, saya lebih terfokus pada mempelajari keterampilan yang berpotensi mengganggu kebahagiaan saya. Ini dimaksudkan untuk menyelesaikan sumber pengganggu kebahagiaan sebelum fokus pada kebahagiaan. Saya menyadari ini, setelah saya memperhatikan anak saya, saat dia lapar atau ada yang tidak nya...

Refleksi Belajar #Tahap Ulat

Jurnal minggu ke 7 ini terkait releksi belajar. Kita diminta mengklasifikasikan ilmu yang sudah di dapatkan, kemudian memisahkan makanan utama dan cemilan. Kemudian refleksikan.. a. Apakah makanan yang kudapatkan sudah sesuai dengan kebutuhan makanan yang ada di petaku? Sesuai dengan mind map saya maka ada 7 ilmu yang perlu saya pelajari yakni :  1. Manajemen panik/cemas 2. Manajemen emosi 3. Manajemen stress 4. Manajemen waktu 5. Menjadi percaya diri 6. Sumber kebahagiaan 7. Positive mind  Pertama saya akan melihat ilmu untuk makanan utama saya ternyata ada 3 ilmu yang sudah didapat yakni manajemen emosi, manajemen waktu dan manajemen panik/cemas. Untuk lebih jelas bisa dilihat pada Gambar 1. Untuk manajemen emosi, sudah terjawab pemicu emosi negatif (innerchild, gangguan jin, syahwat), cara merelease emosi negatif (mindfullness, forgiveness therapy, teknik sadar nafas dll), dan terapi emosi negatif. Meskipun masih banyak mungkin ilmu terkait manaj...

Jurnal Minggu 4 Tahap Kupu Kupu

Minggu ke empat ini adalah tahap check in , semacam evaluasi di pertengahan terhadap proses mentorship . Maka hari jumat saya mulai menghubungi mbak zizi dulu, karena minggu-minggu kemarin mbak zizi yang menghubungi dan pas saat itu HP mati dari malam terus pagi baru di charge , makanya sampai jam 8.30 an saya tidak membalas pesan mbak zizi. Maka minggu ini saya berinisiatif menghubungi mbak zizi dulu dan meminta persetujuan apakah mulai mentorship hari jumat ini atau besok (hari sabtu). Ternyata mbak zizi merespon dan saat itu juga proses mentorship berjalan. Pertama mbak zizi menanyakan apakah saya sudah menyimak diskusi bu Septi, alhamdulillah sebelum proses mentorship saya sudah selesai menyimak diskusi bu Septi. Kemudian mbak zizi menanyakan saya lebih nyaman menggunakan chat atau video call saat berinteraksi, saya jawab menggunakan chat karena ada waktu untuk mikir dulu kalau menggunakan chat sedangkan kalau video call suka ada demam panggung. Waktu dulu video call denga...