Data dari KPAI menyebutkan ada 130 kasus kejahatan seksual pada anak di tahun 2016, dan 116 kasus di tahun 2017.
Kasus kejahatan seksual pada anak saat ini sangat memprihatinkan, seringkali pelaku adalah orang2 dekat yang tidak disangka dapat menyakiti.
Sebagai orangtua, tentu kita ingin melindungi anak anak kita dari setiap kejahatan ataupun kemalangan yang bisa menimpanya, akan tetapi seringkali kita tidak mampu menjaga anak anak 24 jam full. Menitipkan anak anak pada Sang Maha Kuasa tentu salah satu cara terbaik yang bisa kita lakukan saat tangan tangan kita tak kuasa menjaga buah hati. Selain itu, kita perlu membekali anak anak kita agar mampu menjaga diri dari kejahatan seksual sebagai bentuk ikhtiar.
Berikut beberapa hal yang bisa kita ajarkan kepada anak kita sebagai bekal, yang kami dapat dari beberapa sumber
Terima kasih mbak @arum.patriati atas pertanyaannya.. Kenapa kejahatan seksual masih ada bahkan banyak? Dari beberapa literatur yang saya baca, penyebabnya bisa diakibatkan oleh kerentanan anak2. Maksudnya anak kecil itu lemah dan rentan dijadikan sasaran kejahatan. Bahkan orang yang tidak pedofil pun sering melakukan kejahatan seksual pada anak karena menganggap anak2 adalah mangsa yang mudah didapatkan. Kedua, kurangnya komunikasi dan perhatian orangtua kepada anak. Hal ini yang tadi dibahas panjang lebar dalam presentasi kami. Ketiga karena masyarakat pun masih cenderung menyepelekan saat ada orang yang "kecenderungan" aneh kepada anak (bahkan juga kepada wanita), misalnya suka mencolek, suka catcalling dsb, semuanya dianggap wajar.
Ikut menjawab ya mba Arum,
KPAI pernah menjelaskan bahwa penyebab banyaknya kekerasan seksual karena adanya anak yg berpotensi menjadi korban, adanya orang yg berpotensi menjadi pelaku kejahatan, dan adanya peluang untuk terjadinya kejahatan seksual..
Yg ketiganya semakin meningkat
Anak yg berpotensi menjadi korban biasanya mereka yg penakut, berpakaian ketat.. itu kenapa kita perlu mendidik anak seperti yg disebutkan tadi
Mereka yg berpotensi menjadi pelaku umumnya mereka yg memang memiliki masalah psikologis, atau kecanduan pornografi
Dan tetap tdk 100% percaya thd orang2 yg ada dsrkitar anak tanpa trkecuali orang trdekat..mgkin pngasuh atau sopir jmputan karena sdh bnyk juga buktinya ..bahwa ada sebagian dari itu
Benar mbak.. bahkan kesempatan se"kecil" apa pun saat ada orang yang suka "centil" sama anak kita, langsung lah waspada. Sayangnya di masyarakat kita, masih suka dianggap judes atau jutek kalau kita nggak memperbolehkan orang megang atau nyium anak kita ya. Padahal itu salah satu bentuk perlindungan orangtua kepada anaknya
Perilaku kejahatan seksual dapat dicegah dengan melakukan edukasi yang baik terhadap anak untuk:
💡mengetahui apa saja bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain
💡mengetahui siapa yang boleh menyentuh bagian tubuh pribadinya
💡mengenali tanda bahaya
💡cepat meminta pertolongan
💡terbuka terhadap orangtua
Selain itu, sebagai orangtua kita pun wajib untuk melindungi anak kita dengan cara:
💡melindungi bagian tubuhnya dengan memakaikan pakaian yang sopan
💡menghormati anak untuk memutuskan apa yang boleh dilakukan terhadapnya
💡bersikap waspada terhadap kehadiran orang lain yang menemani anak
💡membangun dan mempertahankan komunikasi dengan anak
💡mengetahui ciri-ciri awal terjadinya kekerasan seksual pada anak
Kasus kejahatan seksual pada anak saat ini sangat memprihatinkan, seringkali pelaku adalah orang2 dekat yang tidak disangka dapat menyakiti.
Sebagai orangtua, tentu kita ingin melindungi anak anak kita dari setiap kejahatan ataupun kemalangan yang bisa menimpanya, akan tetapi seringkali kita tidak mampu menjaga anak anak 24 jam full. Menitipkan anak anak pada Sang Maha Kuasa tentu salah satu cara terbaik yang bisa kita lakukan saat tangan tangan kita tak kuasa menjaga buah hati. Selain itu, kita perlu membekali anak anak kita agar mampu menjaga diri dari kejahatan seksual sebagai bentuk ikhtiar.
Berikut beberapa hal yang bisa kita ajarkan kepada anak kita sebagai bekal, yang kami dapat dari beberapa sumber
Terima kasih mbak @arum.patriati atas pertanyaannya.. Kenapa kejahatan seksual masih ada bahkan banyak? Dari beberapa literatur yang saya baca, penyebabnya bisa diakibatkan oleh kerentanan anak2. Maksudnya anak kecil itu lemah dan rentan dijadikan sasaran kejahatan. Bahkan orang yang tidak pedofil pun sering melakukan kejahatan seksual pada anak karena menganggap anak2 adalah mangsa yang mudah didapatkan. Kedua, kurangnya komunikasi dan perhatian orangtua kepada anak. Hal ini yang tadi dibahas panjang lebar dalam presentasi kami. Ketiga karena masyarakat pun masih cenderung menyepelekan saat ada orang yang "kecenderungan" aneh kepada anak (bahkan juga kepada wanita), misalnya suka mencolek, suka catcalling dsb, semuanya dianggap wajar.
Ikut menjawab ya mba Arum,
KPAI pernah menjelaskan bahwa penyebab banyaknya kekerasan seksual karena adanya anak yg berpotensi menjadi korban, adanya orang yg berpotensi menjadi pelaku kejahatan, dan adanya peluang untuk terjadinya kejahatan seksual..
Yg ketiganya semakin meningkat
Anak yg berpotensi menjadi korban biasanya mereka yg penakut, berpakaian ketat.. itu kenapa kita perlu mendidik anak seperti yg disebutkan tadi
Mereka yg berpotensi menjadi pelaku umumnya mereka yg memang memiliki masalah psikologis, atau kecanduan pornografi
Dan tetap tdk 100% percaya thd orang2 yg ada dsrkitar anak tanpa trkecuali orang trdekat..mgkin pngasuh atau sopir jmputan karena sdh bnyk juga buktinya ..bahwa ada sebagian dari itu
Benar mbak.. bahkan kesempatan se"kecil" apa pun saat ada orang yang suka "centil" sama anak kita, langsung lah waspada. Sayangnya di masyarakat kita, masih suka dianggap judes atau jutek kalau kita nggak memperbolehkan orang megang atau nyium anak kita ya. Padahal itu salah satu bentuk perlindungan orangtua kepada anaknya
Perilaku kejahatan seksual dapat dicegah dengan melakukan edukasi yang baik terhadap anak untuk:
💡mengetahui apa saja bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain
💡mengetahui siapa yang boleh menyentuh bagian tubuh pribadinya
💡mengenali tanda bahaya
💡cepat meminta pertolongan
💡terbuka terhadap orangtua
Selain itu, sebagai orangtua kita pun wajib untuk melindungi anak kita dengan cara:
💡melindungi bagian tubuhnya dengan memakaikan pakaian yang sopan
💡menghormati anak untuk memutuskan apa yang boleh dilakukan terhadapnya
💡bersikap waspada terhadap kehadiran orang lain yang menemani anak
💡membangun dan mempertahankan komunikasi dengan anak
💡mengetahui ciri-ciri awal terjadinya kekerasan seksual pada anak








Komentar
Posting Komentar