Jadi pingin lgsg tanya :
1. Apakah setiap pelaku LGBT selalu bermula dr sbg korban?
Kasus LBGT ini mayoritas terjadi karena masa kecilnya yang kurang pemahaman anak fitrah seksualitas ya mba @arum.patriati, pada kasus pertama. Sedangkan pada kasus kedua kurangnya perhatian orang tua pada anak
Kalau yang saya dengar dari mba Khalida, pada diskusi keompok, tidak semua korban akan menjadi LGBT. So, pasti ada benteng lainnya...
Sebagian besar memang bermula dari korban bunda @Bunda Titik Hipnoterapis DD tapi permasalahan paling dasar ialah pemahaman akan fitrah seksualitas Sedari Dini yang blm dibekali oleh orang tuanya
Sekilas info, dari teman saya yang konselor, ketika diadakan survey ke pelajar SMA sekota Bogor, didapatkan hasil bahwa 65% pelajar setuju dengan LGBT. Artinya pemikiran bahwa love is love, pemikiran "modern" yang menganggap bahwa cinta itu universal tanpa mengenal kelamin ternyata telah menyebar ke kalangan remaja kita lho...
2. Ada pasangan suami istri yg keduanya bercerita ke sy.
Hingga saat ini sy msh blm dpt kesimpulan yg pasti.. Pendapat suaminor istri kah yg benar?
Mhn pencerahan tmn2..
Sang istri menyampaikan bahwa sdh 1 th menikah tp baru "diajak" suaminya 1x saja.. itupun di awal nikah (Minggu pertama). setelah itu suami seakan tdk "berminat". Shg istri curiga apakah suaminya tmsk LGBT?
Waktu sy konfirm ke suaminya, suami bilang alasannya krn istri tdk rapi.
Bgm mnrt tmn2?
Sepatutnya curiga..
Wah ini kewajiban suami sebagai pemberi nafkah lahir dan *bathin* yang blm terpenuhi, perlu dibantu mediasi oleh pihak ke 3 yang netral. Kalau orang tua ikut campur, akan menambah masalah baru
3. Adakah tes (scr medis) utk membuktilan apakah sso itu LGBT?
Lebih ke psikologi
Kecuali memang dia lgbt aktif, maka akan ada luka di bagian dibagian (maaf) dubur untuk laki-laki
Ada teman, beliau paramedis sekaligus konselor HIV, dan kebanyakan pelaku lgbt.
Ada kasus yang karena LDR maka si suami jadi LGBT mba Titik...
Jadi sekarang, yang diterapi oleh psikiater atau psikolog berdasarkan ICD-10 adalah orientasi seksual LGBT dengan masalah kejiwaan, seperti depresi dll.. itu pun tujuannya tidak untuk mengembalikan orientasi seksual, karena orientasi seksual bukan penyakit (menurut klasifikasi ICD-11). Jadi kalaupun ingin terapi dengan psikolog atau psikiater, pilih2lah yang masih memegang teguh ajaran agama, bukan semata liat klasifikasi
Jadi ingat, beberapa waktu lalu membawa anak ke psikolog untuk sekedar psikotes sekolah. Saat sesi diskusi malah psikolognya menyarankan untuk berhati memasukkan anak ke pesantren. Karena ada kasus pesantren di jabodetabek yang santrinya mensodomi adik tingkatnya, dan kasusnya beliau yang tangani..
Karena tema-tema yang kita usung dalam level #11 ini seputar fitrah seksualitas, maka seperti sebelumnya, kita harus mebentengi anak-anak dengan pemahaman, keimanan dan keberanian untuk speak up..
Nggak apa2 mbak, ambil saja advice-nya yang berkaitan dengan ilmunya. Toh kita memang dianjurkan untuk bertanya kepada orang yg berilmu kan ya? Anggap saja sebagai peringatan kepada orangtua untuk menyelidiki latar belakang institusi pendidikan untuk anak kita. Kalau ada 1-2 hal yang nggak sreg, kita bisa minta second opinion ke psikolog lainnya







Komentar
Posting Komentar