Langsung ke konten utama

3#Peran orang tua dalam perkembangan fitrah seksualitas anak di era digital

"Peran Orang Tua Dalam Perkembangan Fitrah Seksualitas Anak di Era Digital"

Latarbelakang  topik kali ini adalah satu hal yg tdk bs untuk qta semua pungkiri bahwa pd era ini gadget atau peralatan elektronik merupakan hal yg sangat lumrah utk ditemukan, setiap elemen mengerti dan tahu bagaimana cara untuk menggunakan teknologi digital tsb.

👉Nah bagaimana menghadapi anak2 generasi jaman now?terutama yg berkaitan dgn perkembangan fitrah seksualitas pd anak,

👉 bagaimana agar anak2 tdk mencari informasi tsb dari dunia lain(selain ortunya)?

👉Apa peran ortu dalam perkembangan fitrah seksualitas pd anak?

























Baiklah...sudah ada 2 pertanyaan...
1. Mba iin
Pertanyaan..
A.Sebaiknya kapan anak dikenalkan gadget?
B.Ada batas aman untuk gadget tidak? Bila sdh terlanjur dikenalkan gadget?
2.mba indah
C.Kalau ada anak yg sudah terpapar pornografi lewat gadget baiknya bagaimana ya? Off gadget 100% atau bagaimana?
Kapan anak dikenalkan gadget?
Dalam menyikapi perkembangan teknologi saat ini termasuk gadget ada baiknya anda mengetahui waktu yang tepat dalam pemberian gadget pada anak anda. Dalam pemberian gadget dapat disesuaikan dengan perkembangan usia anak anda, pada usia 5 tahun anda dapat memperkenalkan warna, bentuk dan juga suara.Tentu saja pada usia ini juga anda harus mampu membatasinya pemakaian gadget sehingga fungsinya tetap dapat membantu anda untuk mengedukasi anak anda.

Selain itu pertimbangan selanjutnya pada usia 5 tahun perkembangan otak anak sudah optimal apabila diberikan rangsangan sensorik secara langsung berbeda dengan anak di bawah usia 5 tahun yang diberi gadget akan berdampak berkelanjutan apalagi bila tidak didampingi oleh orang tua sehingga akan berdampak pada kurangnya interaksi dengan lingkungannya. Pada otak bagian depan memiliki fungsi untuk memberikan perintah untuk menggerakkan anggota tubuh sedangkan pada bagian belakang terdapat penggerak sehingga apabila dapat merangsang hormon endorfin yaitu pusat kesenangan dan kenyamanan maka akan membuat anak anda kecanduan bermain dengan gadget yang terpola sejak awal perkembangan anak anda.

Begitu pula bagi anda yang yang mempunyai anak berusia kurang dari 2 tahun disarankan tidak mengenalkan terlebih dahulu permainan dari jenis layar monitor seperti laptop, komputer tablet atau PC. Hal sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh The American Acedemy of Pediatrics yang dapat dijadikan acuan  bahwa idealnya anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya terbebas dengan permainan yang melibatkan layar monitor. Dikarenakan dampak yang negatif dari pemberian gadget adalah kondisi kesehatan mata selain itu  radiasi dari beberapa ponsel atau tablet PC akan mengganggu perkembangan otak anak anda.

Saya mau tanya pendapat mbak..

Kalau ada anak yg sudah terpapar pornografi lewat gadget baiknya bagaimana ya? Off gadget 100% atau bagaimana?
Saya mnambahkan pertanyaan mba @⁨Iin_indrawati pradoto⁩ ..bila sudah trlanjur dkenalkan gadget...tetap dampingi anak ktk mberi gadget, dlm hal inipun mbantu aanak dlm bljr tetapi ttp dbatasi...kmudian kita ortu harus lebih kreatif dan menarik ktk mberi pngajaran shingga lama klamaan anak lupa gadget...tpi akan perlu waktu dan ksabaran kita
Mnambahkan jawaban mba ratih...untuk no 2....kita rangkul terus komunikasi smntara jauhkan gadget, kita full komunikasi perhatian penuh agar dia merasa dia brada nyaman..krn mgkin blkangan dai tdk mnrima rangkulan hangat dan komunikasi hangat dari orang2 trdekatnya dan hypnosis...spt kata bunda @hani

mau tanya nih mbak :
Apa pengaruhnya jika seorang yg sdh berkeluarga namun salah satu pasangan tyt orientasi seksualitasnya blm tepat?


Kembali sesuai fitrahnya... mari kita selaku orang tua yg memiliki peran penting dlm perkembangan fitah seksualitas anak d era digital ini, tingkatkan kembali kepedulian qt terhadap anak, tingkatkan kembali nuansa kenyamanan di lingkungan keluarga.
Tidak hanya anak yg d tuntut bertumbuh kembang sesuai fitrahnya.. tp orang tua pun jarus berperan maksimal mendidik anak sesuai dengan fitrah orang tuanya sendiri...

Boleh gadget tp berdasarkan usianya yg sesuai...
Batasi dan buat aturan yg logis dalam keluarga terkait penggunaan gadget tdk hanya pada anak tp pd diri qt selaku orang tua.

1. Mempersiapkan Diri Anda
Ya, langkah ini sangat penting. Berhati-hatilah dalam mengekspresikan ketidak sukaan anda mengenai apa yang anak anda sukai. Ini berlaku baik untuk website, games, maupun aplikasi apapun. Jika anda bersikap tenang namun tegas, anak anda akan merasa nyaman dan terbuka. Ingatlah bahwa apa yang menarik bagi anda dan anak anda bisa sangat berbeda. Dan, jika anda bereaksi sangat negatif dengan aplikasi atau website yang tidak anda anggap aman, mereka akan lebih memilih untuk menyembunyikannya. Setelah anda mendapat kepercayaan anak anda, akan sangat mudah mengajaknya berdiskusi kemudian.

2. Kenalkan Dengan Konsekuensi Mengakses Intenet
Internet memang memberikan banyak keuntungan. Namun, dunia maya ini juga memiliki celah yang bisa membahayakan keselamatan anak anda. Ketahuilah bahwa riset yang dilakukan Departemen Kehakiman AS menemukan bahwa 70% anak mengalami kejadian tidak menyenangkan melalui internet yang diakses di rumah. 25% diantaranya bahkan mengalami pelecehan seksual tanpa diketahui orangtuanya. Selain itu, internet juga membuka akses cyber bullying, terbukanya materi-materi yang tidak layak dilihat anak, hingga kekerasan seksual. Membicarakan konsekuensi-konsekuensi ini kepada anak akan membuat mereka menyadari bahwa hal-hal tersebut memang nyata. Berikan juga contoh-contoh yang terjadi di sekitar anda atau diskusikan yang anda lihat di berita. Ajari bahwa ini bisa terjadi pada siapapun yang tidak waspada.

3. Ajari dengan Konsep Orang Asing di Dunia Maya
Mungkin anda pernah mengajari anak-anak mengenai konsep ini. Tapi, konsep orang asing di internet sangat berbeda dengan dunia nyata. Di internet, siapapun bisa menjadi apapun, dengan memalsukan identitasnya. Mereka bisa menampilkan diri sebagai malaikat sampai idola anak. Dengan identitas tersebut, mereka akan mencoba meyakinkan si anak bahwa ia bukan orang asing. Berbekal hal itu, ia bisa mendapatkan apapun dari mulai informasi hingga si anak itu sendiri. Hal inilah yang harus diajarkan kepada anak. Mulailah memberikan pengertian untuk sangat berhati-hati dalam membagi informasi penting melalui internet.

4. Gunakan Komputer atau Gadget di Ruang Keluarga
Menggunakan komputer atau gadget di ruangan yang sering dilalui atau ditempati akan membuatnya lebih aman untuk diakses. Anak-anak pun dapat lebih terkontrol dalam hal durasi pemakaian dan apa saja yang dilakukannya. Selain memasang pengaman teknis seperti filter internet, pengawasan dari orang tua adalah yang terbaik. Biasakan pula untuk bertanya dan berdiskusi mengenai kegiatan yang ia lakukan di depan komputer.

5. Pahami Teknologi dan Internet
Pelajari segala hal yang berhubungan dengan internet, dari mulai penggunaan email, password, aplikasi hingga kode chatting yang sering digunakan anak jaman sekarang. Meskipun anak anda sangat canggih dalam urusan teknologi, mereka tetap membutuhkan bantuan anda untuk mengaksesnya dengan aman. Maka, jangan pernah berasumsi bahwa anak anda tahu lebih banyak dari anda. Karena, seperti halnya melindungi mereka di dunia nyata, anda juga perlu melakukannya di dunia maya.

6. Berdiskusi Mengenai Cara Mengakses Internet dengan Aman
Sekali lagi, anak anda memerlukan perlindungan anda. Inilah yang harus selalu anda tekankan sebelum membiarkannya mengakses internet. Jika perlu, ajari dia cara mengamankan diri dengan sangat teknis. Contohnya, perbolehkan ia untuk langsung menutup laptop jika tiba-tiba keluar gambar yang tidak layak dilihat. Atau, ia bisa memutuskan sambungan pesan instan dan memblokir jika lawan bicaranya meminta ia berpose untuknya. Tekankan bahwa hal tersebut bukan salah mereka. Yang harus anda fokuskan adalah cara anak anda mengatasi situasi yang berbahaya.

7. Tegakkan Aturan dalam Mengakses Internet atau Menggunakan Gadget
Sama seperti bermain di dunia nyata, dunia maya pun perlu aturan untuk menjaga anak anda tetap aman. Aturan-aturan tersebut dapat berupa durasi penggunaan komputer atau gadget, kapan dan dimana mengaksesnya, hingga perjanjian untuk tidak membuka identitas diri kepada siapapun, tidak berkomunikasi dengan orang yang dianggap tidak nyaman, dan menghormati pengguna dunia maya yang lain. Diskusikan pula konsekuensi yang diambil jika mereka melanggarnya.

8. Buatlah Daftar Aplikasi atau Website Yang Anda Setujui
Pastikan anda selalu menjaga komunikasi mengenai penggunaan dunia maya. Dengan melakukan hal ini, anak anda akan terbiasa berbicara secara terbuka mengenai website apa yang akan ia kunjungi atau aplikasi yang ingin ia unduh. Selain itu, buat pula daftar website atau aplikasi yang aman untuk ia gunakan dan jelaskan alasannya. Ingat, keterbukaan sangatlah penting untuk mendapatkan informasi yang cukup dari anak anda.

9. Periksa Segala Aktifitasnya
Razia memang terdengar kuno, tapi cukup ampuh untuk mengetahui apa yang anak anda sembunyikan. Katakan kepada anak anda bahwa anda melakukannya karena memang tidak ada privasi dengan penggunaan internet. Namun, jangan gunakan ini sebagai ancaman. Pelajari cara menjelajah komputer atau gadget anda karena bisa saja anak anda menyembunyikannya dengan baik. Teruslah mengkinikan kemampuan dan pengetahuan anda sambil melakukan hal kuno ini secara berkala.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

StayFree: Pemantau penggunaan aplikasi hp kita

Salah satu aplikasi yang dituju adalah yang bisa memantau dan memberikan peringatan aplikasi khususnya youtube. Maklum, anak anak masih belum bisa lepas 100% dari nonton di youtube. Tiap hari ada waktu buat mereka untuk nonton, sekali nonton sekitar 10 sampai 15 menit. Tapi terkadang mereka masih nambah walaupun sudah bunyi alarm hp, tanda waktu nonton mereka habis. Makanya saya perlu aplikasi yang bisa memantau penggunaan youtube dalam sehari. Akhirnya ketemu aplikasi 'StayFree'. Ternyata, di aplikasi ini kita bisa melihat penggunaan semua aplikasi di hp kita dan memberikan alarm kalau sudah melewati batas yang kita tetapkan. Niatnya mau melihat penggunaan aplikasi youtube, ternyata penggunaan aplikasi yang lain juga bisa terpantau...jadi senang. Tampilannya seperti ini: #Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunSayIIP #KeluargaMultimedia

Jurnal Minggu 2 Tahap Kupu Kupu

Minggu kedua adalah tahap assesmen diri dalam program mentorship. Maka saya dan mbak zizi sepakat untuk menggunakan messenger, pada hari Selasa 12 Mei 2020 jam 8 Wib. Karena memang jadwal mentroship kita adalah jam 8-9 wib (tidak harus 1 jam, bisa kurang). Rasanya saya deg degan kepikiran mau ngomong apa saat video call dengan mbak mentor. Akhirnya waktu yang disepakati pun datang, saya keluar rumah agar lebih kondusif. Soalnya anak-anak sedang berisik. Alhamdulillah akhirnya bisa lihat wajah mbak mentor... Pertama Mbak zizi tanya apakah program mentroship yang dipilih ini sudah sesuai mindmap. Kemudian saya jawab, bahwa mindmap saya ada 7 yaitu terkait manajemen cemas/panik, manajemen stress, manajemen emosi, manajemen waktu, be confident , positive mind , dan selalu bahagia. Kemudian mbak zizi tanya apa yang sudah di dapat selama tahap ulat sampai kepompong kemarin. Saya cerita kalau di tahap ulat saya mencari sendiri terkait manajemen cemas, kemudian ikut keluarga manajemen emo...

Mind Mapping

Minggu ini kita akan bermain menggunakan mind mapping . Di minggu pertama kita sudah menemukan sumber kebahagiaan kita, kemudian minggu kedua adalah keterampilan yang akan kita pelajari dan di minggu tiga kemarin kita sudah menemukan ilmu yang akan dipelajari. Materi kali ini, cukup membuat saya berpikir ulang, apakah benang merah dari materi 1 sampai ke 4 ini sudah sesuai? Sehingga materi kali ini perlu berefleksi lebih lama. Namun akhirnya ketemu juga benang merahnya. Awalnya mau mengubah telur-telur yang sudah di tulis, tapi sepertinya tidak perlu. Memang sumber kebahagiaan ada di minggu pertama, namun dari minggu kedua, saya tidak memfokuskan untuk mengasah keterampilan yang membuat saya bahagia, saya lebih terfokus pada mempelajari keterampilan yang berpotensi mengganggu kebahagiaan saya. Ini dimaksudkan untuk menyelesaikan sumber pengganggu kebahagiaan sebelum fokus pada kebahagiaan. Saya menyadari ini, setelah saya memperhatikan anak saya, saat dia lapar atau ada yang tidak nya...

Refleksi Belajar #Tahap Ulat

Jurnal minggu ke 7 ini terkait releksi belajar. Kita diminta mengklasifikasikan ilmu yang sudah di dapatkan, kemudian memisahkan makanan utama dan cemilan. Kemudian refleksikan.. a. Apakah makanan yang kudapatkan sudah sesuai dengan kebutuhan makanan yang ada di petaku? Sesuai dengan mind map saya maka ada 7 ilmu yang perlu saya pelajari yakni :  1. Manajemen panik/cemas 2. Manajemen emosi 3. Manajemen stress 4. Manajemen waktu 5. Menjadi percaya diri 6. Sumber kebahagiaan 7. Positive mind  Pertama saya akan melihat ilmu untuk makanan utama saya ternyata ada 3 ilmu yang sudah didapat yakni manajemen emosi, manajemen waktu dan manajemen panik/cemas. Untuk lebih jelas bisa dilihat pada Gambar 1. Untuk manajemen emosi, sudah terjawab pemicu emosi negatif (innerchild, gangguan jin, syahwat), cara merelease emosi negatif (mindfullness, forgiveness therapy, teknik sadar nafas dll), dan terapi emosi negatif. Meskipun masih banyak mungkin ilmu terkait manaj...

Jurnal Minggu 4 Tahap Kupu Kupu

Minggu ke empat ini adalah tahap check in , semacam evaluasi di pertengahan terhadap proses mentorship . Maka hari jumat saya mulai menghubungi mbak zizi dulu, karena minggu-minggu kemarin mbak zizi yang menghubungi dan pas saat itu HP mati dari malam terus pagi baru di charge , makanya sampai jam 8.30 an saya tidak membalas pesan mbak zizi. Maka minggu ini saya berinisiatif menghubungi mbak zizi dulu dan meminta persetujuan apakah mulai mentorship hari jumat ini atau besok (hari sabtu). Ternyata mbak zizi merespon dan saat itu juga proses mentorship berjalan. Pertama mbak zizi menanyakan apakah saya sudah menyimak diskusi bu Septi, alhamdulillah sebelum proses mentorship saya sudah selesai menyimak diskusi bu Septi. Kemudian mbak zizi menanyakan saya lebih nyaman menggunakan chat atau video call saat berinteraksi, saya jawab menggunakan chat karena ada waktu untuk mikir dulu kalau menggunakan chat sedangkan kalau video call suka ada demam panggung. Waktu dulu video call denga...