Langsung ke konten utama

9#Mengenalkan Gender pada Anak di Usia Dini

Pendidikan usia dini tidak hanya berkutat pada nilai akademik saja akan tetapi meliputi konsep diri, kepribadian, emosi dan pengenalan gender.
Jenis kelamin mengacu pada faktor biologis sedangkan gender lebih kepada perasaan seseirang terhadap jati dirinya. Pengenalan gender perlu dilakukan agar anak memahami perbedaan peran laki laki dan perempuan, mengenalkan tentang area pribadi, serta mengajarkan identitas dan tugasnya.
Ini adalah definisi gender dr beberapa ahli. Dpt diambil kesimpulan bahwa gender itu tidak sama dengan sex (jenis kelamin) dimana masyarakat kita masih sering menganggap sama.
Sex lebih kepada perbedaan secara fisik antara wanita dan pria yg sifatnya menetap dr Tuhan.
Sementara gender lebih kepada peran dan fungsi antara perempuan dan laki-laki yang terbentuk di dalam masyarakat secara sosial atau budaya. Artinya tidak bersifat mutlak atau fleksibel.

Sebagai contoh, adakah teman2 disini yg berasal dr Minang?
Batak?
Jawa?
Papua?
Di Minang, yg memegang adat matrilineal pasti berbeda dgn di Jawa yg patrilineal.
Bahkan di luar negeri (barat) kedudukannya bisa jd setara.
Berbicara fitrah seksualitas artinya berbicara ttg gender juga. Manusia memahami apa, mengapa dan bagaimana perannya dalam masyarakat sekaligus sebagai individu yang telah diciptakan oleh Tuhan dengan segala potensinya.
Apa Manfaat Mengenalkan Konsep Gender kepada Anak Sejak Dini?
Bisa dibaca di slide ini manfaat2nya yang ternyata pentiiiiing bgt u/masa depan anak.

Salah satunya yg saya highlight, stabiloin, ditebelin adalah "Anak terhindar dari kekerasan seksual".
Saat anak dikenalkan pd konsep gender, biasanya ia akan mengenali bagian tubuhnya. Perbedaan antara laki2 dan perempuan. Disini para ortu bisa memberitahu bahwa ia wajib melindungi bagian tubuhnya yang perlu dilindungi.
Kapan waktu yang tepat untuk mengenalkan gender?
Usia 15 bulan sampai 3 tahun. Anak.l memasuki fase anal.
Bagaimana caranya?
Bermain peran, baca buku atau dongeng, mengenalkan sosok pahlawan,toilet training, bermain dengan anggota tubuh dan underwear rules, mengajak langsung dan mengenalkan pada berbagai profesi, membangun kelekatan dengan orang tua, orang tua paham dan memberi jawaban yang benar dan mudah dimengerti.
Terkait gender ada dalam surat al hujurat ayat 13.

Pertanyaan:
1. Mba Dita
- Bisakah membangun pemahanan gender kepada anak dari mainan yang diberikan?
- Apa ada masalah kedepan jika anak tidak sesuai stereotype umum?

Jawab
Perbedaan gender lebih baik tdk dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Mengapa menjadi ini mainan cowok, itu mainan cewek?
Karena terkadang masyarakat kita yg mengarahkan permainan2 tsb. Apa kta jg termasuk?
Padahal, saat anak laki2pun main boneka, seperti action figure. Main masak2pun tak mengapa, siapa tahu mereka menjadi next master cheff?
Kalau contohnya dr ortu, bisa ditekankan pd pembagian peran. Bahwa Mama Papa pd dasarnya bs melakukan itu semua, hanya sebagai keluarga kita saling bekerja sama.
Bahwa memasak tidak mutlak pekerjaan perempuan pun dgn pekerjaan yg lain.
Intinya kita jangan terjebak pd pekerjaan ini milik si A, pekerjaan ini milik si B.

Tapi lebih menggali potensi yg dimiliki tiap2 individu agar berperan maksimal dlm masyarakat sesuai fitrahnya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

StayFree: Pemantau penggunaan aplikasi hp kita

Salah satu aplikasi yang dituju adalah yang bisa memantau dan memberikan peringatan aplikasi khususnya youtube. Maklum, anak anak masih belum bisa lepas 100% dari nonton di youtube. Tiap hari ada waktu buat mereka untuk nonton, sekali nonton sekitar 10 sampai 15 menit. Tapi terkadang mereka masih nambah walaupun sudah bunyi alarm hp, tanda waktu nonton mereka habis. Makanya saya perlu aplikasi yang bisa memantau penggunaan youtube dalam sehari. Akhirnya ketemu aplikasi 'StayFree'. Ternyata, di aplikasi ini kita bisa melihat penggunaan semua aplikasi di hp kita dan memberikan alarm kalau sudah melewati batas yang kita tetapkan. Niatnya mau melihat penggunaan aplikasi youtube, ternyata penggunaan aplikasi yang lain juga bisa terpantau...jadi senang. Tampilannya seperti ini: #Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunSayIIP #KeluargaMultimedia

Jurnal Minggu 2 Tahap Kupu Kupu

Minggu kedua adalah tahap assesmen diri dalam program mentorship. Maka saya dan mbak zizi sepakat untuk menggunakan messenger, pada hari Selasa 12 Mei 2020 jam 8 Wib. Karena memang jadwal mentroship kita adalah jam 8-9 wib (tidak harus 1 jam, bisa kurang). Rasanya saya deg degan kepikiran mau ngomong apa saat video call dengan mbak mentor. Akhirnya waktu yang disepakati pun datang, saya keluar rumah agar lebih kondusif. Soalnya anak-anak sedang berisik. Alhamdulillah akhirnya bisa lihat wajah mbak mentor... Pertama Mbak zizi tanya apakah program mentroship yang dipilih ini sudah sesuai mindmap. Kemudian saya jawab, bahwa mindmap saya ada 7 yaitu terkait manajemen cemas/panik, manajemen stress, manajemen emosi, manajemen waktu, be confident , positive mind , dan selalu bahagia. Kemudian mbak zizi tanya apa yang sudah di dapat selama tahap ulat sampai kepompong kemarin. Saya cerita kalau di tahap ulat saya mencari sendiri terkait manajemen cemas, kemudian ikut keluarga manajemen emo...

Mind Mapping

Minggu ini kita akan bermain menggunakan mind mapping . Di minggu pertama kita sudah menemukan sumber kebahagiaan kita, kemudian minggu kedua adalah keterampilan yang akan kita pelajari dan di minggu tiga kemarin kita sudah menemukan ilmu yang akan dipelajari. Materi kali ini, cukup membuat saya berpikir ulang, apakah benang merah dari materi 1 sampai ke 4 ini sudah sesuai? Sehingga materi kali ini perlu berefleksi lebih lama. Namun akhirnya ketemu juga benang merahnya. Awalnya mau mengubah telur-telur yang sudah di tulis, tapi sepertinya tidak perlu. Memang sumber kebahagiaan ada di minggu pertama, namun dari minggu kedua, saya tidak memfokuskan untuk mengasah keterampilan yang membuat saya bahagia, saya lebih terfokus pada mempelajari keterampilan yang berpotensi mengganggu kebahagiaan saya. Ini dimaksudkan untuk menyelesaikan sumber pengganggu kebahagiaan sebelum fokus pada kebahagiaan. Saya menyadari ini, setelah saya memperhatikan anak saya, saat dia lapar atau ada yang tidak nya...

Refleksi Belajar #Tahap Ulat

Jurnal minggu ke 7 ini terkait releksi belajar. Kita diminta mengklasifikasikan ilmu yang sudah di dapatkan, kemudian memisahkan makanan utama dan cemilan. Kemudian refleksikan.. a. Apakah makanan yang kudapatkan sudah sesuai dengan kebutuhan makanan yang ada di petaku? Sesuai dengan mind map saya maka ada 7 ilmu yang perlu saya pelajari yakni :  1. Manajemen panik/cemas 2. Manajemen emosi 3. Manajemen stress 4. Manajemen waktu 5. Menjadi percaya diri 6. Sumber kebahagiaan 7. Positive mind  Pertama saya akan melihat ilmu untuk makanan utama saya ternyata ada 3 ilmu yang sudah didapat yakni manajemen emosi, manajemen waktu dan manajemen panik/cemas. Untuk lebih jelas bisa dilihat pada Gambar 1. Untuk manajemen emosi, sudah terjawab pemicu emosi negatif (innerchild, gangguan jin, syahwat), cara merelease emosi negatif (mindfullness, forgiveness therapy, teknik sadar nafas dll), dan terapi emosi negatif. Meskipun masih banyak mungkin ilmu terkait manaj...

Jurnal Minggu 4 Tahap Kupu Kupu

Minggu ke empat ini adalah tahap check in , semacam evaluasi di pertengahan terhadap proses mentorship . Maka hari jumat saya mulai menghubungi mbak zizi dulu, karena minggu-minggu kemarin mbak zizi yang menghubungi dan pas saat itu HP mati dari malam terus pagi baru di charge , makanya sampai jam 8.30 an saya tidak membalas pesan mbak zizi. Maka minggu ini saya berinisiatif menghubungi mbak zizi dulu dan meminta persetujuan apakah mulai mentorship hari jumat ini atau besok (hari sabtu). Ternyata mbak zizi merespon dan saat itu juga proses mentorship berjalan. Pertama mbak zizi menanyakan apakah saya sudah menyimak diskusi bu Septi, alhamdulillah sebelum proses mentorship saya sudah selesai menyimak diskusi bu Septi. Kemudian mbak zizi menanyakan saya lebih nyaman menggunakan chat atau video call saat berinteraksi, saya jawab menggunakan chat karena ada waktu untuk mikir dulu kalau menggunakan chat sedangkan kalau video call suka ada demam panggung. Waktu dulu video call denga...