Langsung ke konten utama

2#Peran Ayah Dalam Menumbuhkan Fitrah Seksualitas


Prolog:
Ibu Risman menjelaskan bahwa awal mula dari masalah seksual dan penyebab disoerientasi seksual zaman now adalah absennya orang tua pada kehidupan anak. Anak-anak yang BLAST (Bored, Lonely, Angry/Anxious, Stressed, Tired) akhirnya mencari pencarian kasih sayang dan hiburan di luar orang tua dan keluarganya. Bibit masalah pun dimulai anak-anak menjadi penasaran dengan berbagai hal menjurus pornografi dan mencari atau menikmati informasi dari berbagai media tanpa pengawasan. Selain virus BLAST yang memicu anak kurang paham tentang fitrah seksualitas adalah absennya ayah pada proses pengasuhan di rumah. Ketika anak-anak tidak terekspos pada figure orang tua yang seimbang, contohnya hanya ibu saja yang mendampingi anak, bapak sibuk di luar dan tidak membersamai keluarga, maka anak akan kehilangan kesempatan meneladani dan belajar dari sosok ayah. Senada dengan ibu Elly Risman, Ust. Harry Santosa mengungkapkan bahwa salah satu penyebab yang membuat anak-anak kurang melek terhadap fitrah seksualitas, lagi-lagi terletak pada peran orang tua dalam membersamai anak. Sejauh mana orang tua masuk dalam kehidupan anak sejauh itu pula level kelekatan dan kedekatan anak pada orang tua.





Materi:

Tambahan materi:

Sy jg mau sharing ilmu (kmrn ada kajian parenting di sekolah ank saya) tntg *peran ayah mendoakan ank terhindar dari zinah*.

Setelah azan, orang tua dianjurkan membaca surah Al-Qadar di telinga kanan si bayi saat lahir.
Khasiatny: menjauhkan si anak dari dosa besar zina sepanjang usianya kelak. 

Share ilmu, dinoted ya:
Syekh Muhammad bin Ibrahim Al-Baijuri dalam Hasyiyatus Syekh bin Ibrahim Al-Baijuri ala Syarhil Allamah ibni Qasim Al-Ghazzi menerangkan.

و نقل عن الشيخ الديربي أنه يسن أن يقرأ فى أذن المولود اليمنى سورة إنا أنزلناه لأن من فعل به ذلك لم يقدر الله عليه زنا طول عمره. قال هكذا أخذناه عن مشايخنا


“ Dikutip dari Syekh Dairobi bahwa dianjurkan membaca surah Al-Qadar di lubang telinga kanan bayi. Karena, bayi mana saja yang diperlakukan demikian niscaya dilindungi Allah dari dosa zina seusia hidupnya. Kata Syekh Dairobi, ‘Demikianlah amalan yang kami terima dari para guru kami’.
Pertanyaan
Pnasaran jg sm *ukuran level kedekatan dan kelekatan ank kpda ortunya, seperti apa?*

Karena pada fase remaja, trkadang ank sdh tak mrsa nyaman *lekat* kpda ortuny dibandingkn masa kecil.
Soal keterbukaan tertarik dng lwan jenis misalnya. Bagaimana cra mengarahkanya??
Jawaban:
Kedekatan diukur dari seberapa nyaman anak membuka ruang untuk menceritakan tentang dirinya, dan hal ini perlu dibangun sejak dini.

Dimulai dari tahapan kita membangun komunikasi dengan anak.

Tujuh tahun pertama: usia bermain, komunikasi dibangun dengan cara menyenangkan

Tujuh tahun kedua: usia disiplin, ada batasan disiplin dalam komunikasi. Pada masa ini, kita spt teman. Jadi jika akan berbicara, perlu minta izin dulu


Tujuh tahun ketiga: usia aqil baligh, jk tahapan sebelumnya terjaga baik. Maka ditahap ini anak sdh lebih matang dalam komunikasi
Izin menambahkan ya mba titik..

saya teringat seminar Abah Ihsan yang menyarankan untuk anak remaja selain bermain bersama, quality timenya ditambah dengan waktu ngobrol one to one, berduaan saja dgn bapaknya/ibunya.. dirutinkan. Hal tersebut bisa menjadi cara untuk membangun rasa spesial dan kepercayaan anak pada ortunya.
2⃣ Mbak Astri
#tanya : bagaimana caranya agar peran ayah tetap seimbang dikala misal terjadi perpisahan orang tua, dan si anak tinggal bersama ibu?
Izin menjawab pertanyaan mba Astri..
Bagaimana jika ayah tiada? Baik itu karena perceraian, ataupun meninggal dunia..
Dengan cara menghadirkan ayah pengganti.. ayah pengganti ini bisa laki laki dewasa mana saja yang dipercaya, kakek, paman, guru mengaji, guru sekolah, yang itu bisa mengisi bejana jiwa sang anak.
Hal ini seperti terjadi pada Rasulullah Saw, yang yatim, peran ayah terdapat pada Abdul Muthalib kakeknya, kemudian abu Thalib pamannya.. 


jika kasus ayahnya masih ada bisa dengan menjaga komunikasi baik dengan anak sehingga pengasuhan tetap berjalan.

Tambahan:
Dan dalam berkomunikasi pada anak, perlu sekali mengedepankan adabnya, seperti:

1. Sampaikan kepentingan ortu dan tanyakan kapan waktu yg nyaman untuk keduanya

2. Persilahkan anak untuk menentukan waktunya, dapat kita berikan pilihan waktu 

3. Dalam keadaan rileks/santai

4. Duduk bersama (ayahibu) dan anak berada ditengah

5. Gunakan bahasa tubuh yang ramah, gunakan sentuhan kasih sayang

6. Selalu katakan bahwa ortu menyayangi ananda


7. Berikan pujian dan teguran efektif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

StayFree: Pemantau penggunaan aplikasi hp kita

Salah satu aplikasi yang dituju adalah yang bisa memantau dan memberikan peringatan aplikasi khususnya youtube. Maklum, anak anak masih belum bisa lepas 100% dari nonton di youtube. Tiap hari ada waktu buat mereka untuk nonton, sekali nonton sekitar 10 sampai 15 menit. Tapi terkadang mereka masih nambah walaupun sudah bunyi alarm hp, tanda waktu nonton mereka habis. Makanya saya perlu aplikasi yang bisa memantau penggunaan youtube dalam sehari. Akhirnya ketemu aplikasi 'StayFree'. Ternyata, di aplikasi ini kita bisa melihat penggunaan semua aplikasi di hp kita dan memberikan alarm kalau sudah melewati batas yang kita tetapkan. Niatnya mau melihat penggunaan aplikasi youtube, ternyata penggunaan aplikasi yang lain juga bisa terpantau...jadi senang. Tampilannya seperti ini: #Tantangan10Hari #Level12 #KuliahBunSayIIP #KeluargaMultimedia

Jurnal Minggu 2 Tahap Kupu Kupu

Minggu kedua adalah tahap assesmen diri dalam program mentorship. Maka saya dan mbak zizi sepakat untuk menggunakan messenger, pada hari Selasa 12 Mei 2020 jam 8 Wib. Karena memang jadwal mentroship kita adalah jam 8-9 wib (tidak harus 1 jam, bisa kurang). Rasanya saya deg degan kepikiran mau ngomong apa saat video call dengan mbak mentor. Akhirnya waktu yang disepakati pun datang, saya keluar rumah agar lebih kondusif. Soalnya anak-anak sedang berisik. Alhamdulillah akhirnya bisa lihat wajah mbak mentor... Pertama Mbak zizi tanya apakah program mentroship yang dipilih ini sudah sesuai mindmap. Kemudian saya jawab, bahwa mindmap saya ada 7 yaitu terkait manajemen cemas/panik, manajemen stress, manajemen emosi, manajemen waktu, be confident , positive mind , dan selalu bahagia. Kemudian mbak zizi tanya apa yang sudah di dapat selama tahap ulat sampai kepompong kemarin. Saya cerita kalau di tahap ulat saya mencari sendiri terkait manajemen cemas, kemudian ikut keluarga manajemen emo...

Mind Mapping

Minggu ini kita akan bermain menggunakan mind mapping . Di minggu pertama kita sudah menemukan sumber kebahagiaan kita, kemudian minggu kedua adalah keterampilan yang akan kita pelajari dan di minggu tiga kemarin kita sudah menemukan ilmu yang akan dipelajari. Materi kali ini, cukup membuat saya berpikir ulang, apakah benang merah dari materi 1 sampai ke 4 ini sudah sesuai? Sehingga materi kali ini perlu berefleksi lebih lama. Namun akhirnya ketemu juga benang merahnya. Awalnya mau mengubah telur-telur yang sudah di tulis, tapi sepertinya tidak perlu. Memang sumber kebahagiaan ada di minggu pertama, namun dari minggu kedua, saya tidak memfokuskan untuk mengasah keterampilan yang membuat saya bahagia, saya lebih terfokus pada mempelajari keterampilan yang berpotensi mengganggu kebahagiaan saya. Ini dimaksudkan untuk menyelesaikan sumber pengganggu kebahagiaan sebelum fokus pada kebahagiaan. Saya menyadari ini, setelah saya memperhatikan anak saya, saat dia lapar atau ada yang tidak nya...

Refleksi Belajar #Tahap Ulat

Jurnal minggu ke 7 ini terkait releksi belajar. Kita diminta mengklasifikasikan ilmu yang sudah di dapatkan, kemudian memisahkan makanan utama dan cemilan. Kemudian refleksikan.. a. Apakah makanan yang kudapatkan sudah sesuai dengan kebutuhan makanan yang ada di petaku? Sesuai dengan mind map saya maka ada 7 ilmu yang perlu saya pelajari yakni :  1. Manajemen panik/cemas 2. Manajemen emosi 3. Manajemen stress 4. Manajemen waktu 5. Menjadi percaya diri 6. Sumber kebahagiaan 7. Positive mind  Pertama saya akan melihat ilmu untuk makanan utama saya ternyata ada 3 ilmu yang sudah didapat yakni manajemen emosi, manajemen waktu dan manajemen panik/cemas. Untuk lebih jelas bisa dilihat pada Gambar 1. Untuk manajemen emosi, sudah terjawab pemicu emosi negatif (innerchild, gangguan jin, syahwat), cara merelease emosi negatif (mindfullness, forgiveness therapy, teknik sadar nafas dll), dan terapi emosi negatif. Meskipun masih banyak mungkin ilmu terkait manaj...

Jurnal Minggu 4 Tahap Kupu Kupu

Minggu ke empat ini adalah tahap check in , semacam evaluasi di pertengahan terhadap proses mentorship . Maka hari jumat saya mulai menghubungi mbak zizi dulu, karena minggu-minggu kemarin mbak zizi yang menghubungi dan pas saat itu HP mati dari malam terus pagi baru di charge , makanya sampai jam 8.30 an saya tidak membalas pesan mbak zizi. Maka minggu ini saya berinisiatif menghubungi mbak zizi dulu dan meminta persetujuan apakah mulai mentorship hari jumat ini atau besok (hari sabtu). Ternyata mbak zizi merespon dan saat itu juga proses mentorship berjalan. Pertama mbak zizi menanyakan apakah saya sudah menyimak diskusi bu Septi, alhamdulillah sebelum proses mentorship saya sudah selesai menyimak diskusi bu Septi. Kemudian mbak zizi menanyakan saya lebih nyaman menggunakan chat atau video call saat berinteraksi, saya jawab menggunakan chat karena ada waktu untuk mikir dulu kalau menggunakan chat sedangkan kalau video call suka ada demam panggung. Waktu dulu video call denga...